Diriset dan diperiksa faktanya melalui proses editorial J-Compass; tim editorial kami meninjau sumber dan akurasi sebelum diterbitkan. Lihat metodologi kami →
Terjemahan ini disediakan sebagai referensi untuk kemudahan Anda. Versi bahasa Inggris adalah versi yang berlaku. Baca versi asli bahasa Inggris →
Nafkah anak (Yoiku-Hi)
Nafkah anak (Yoiku-Hi) adalah uang yang dibayarkan oleh salah satu orang tua untuk membesarkan anak setelah perceraian atau perpisahan.1 Jumlahnya menentukan anggaran rumah tangga selama bertahun-tahun, namun banyak keluarga hanya menyepakatinya lewat janji lisan dan baru menyadari kekosongan hukum saat pembayaran terhenti.
Prosedur, biaya, dan persyaratan dapat berubah sewaktu-waktu. Konfirmasikan rincian terkini di laman panduan nafkah anak Kementerian Kehakiman dan laman tabel perhitungan Pengadilan Jepang. Artikel ini bersifat informasi umum, bukan nasihat hukum; untuk kasus spesifik Anda, konsultasikan dengan spesialis hukum keluarga berlisensi (bengoshi, 弁護士).
Gambaran umum
養育費 (yōiku-hi, "nafkah anak") mencakup biaya membesarkan dan menyekolahkan anak, umumnya sampai anak menjadi mandiri secara ekonomi dan sosial, termasuk makanan, tempat tinggal, pakaian, pendidikan, dan biaya medis.1 Orang tua yang mengasuh anak menerima nafkah dari orang tua lainnya.1 Kewajiban nafkah ini melekat pada orang tua tanpa memandang kekuasaan orang tua (parental authority) atau hubungan perkawinan, sehingga perceraian tidak mengakhiri kewajiban tersebut.2
Kerangka kerja dalam artikel ini berlaku seragam di seluruh negeri. Tabel perhitungan dipublikasikan oleh pengadilan keluarga untuk penggunaan nasional, dan eksekusi hukum berjalan di bawah Undang-Undang Eksekusi Perdata nasional, sehingga tidak ada perbedaan aturan antardistrik atau antarkota.34
Artikel ini membahas cara kerja tabel perhitungan, berapa nominalnya dalam praktik, mengapa penunggakan sering terjadi, apa yang diubah oleh reformasi penegakan hukum tahun 2020, dan bentuk dokumen tertulis mana yang benar-benar dapat membuka akses ke eksekusi paksa.
| Istilah bahasa Jepang | Romaji | Padanan bahasa Indonesia |
|---|---|---|
| 養育費 | yōiku-hi | Nafkah anak |
| 養育費算定表 | yōiku-hi santei-hyō | Tabel perhitungan nafkah anak |
| 義務者 | gimu-sha | Pihak yang berkewajiban (orang tua pembayar) |
| 権利者 | kenri-sha | Pemegang hak (orang tua penerima) |
Cara kerja tabel perhitungan
Jumlah nafkah pada dasarnya ditetapkan melalui musyawarah antara kedua orang tua. Tabel perhitungan yang diterbitkan pengadilan berfungsi sebagai referensi dalam musyawarah tersebut, bukan sebagai standar yang kaku mutlak.5 Jika musyawarah gagal atau pihak lawan menolak berbicara, salah satu orang tua dapat menempuh jalur mediasi di pengadilan keluarga, yang akan berlanjut ke penetapan peradilan (adjudication) jika kesepakatan tidak tercapai.1
Tabel yang digunakan pengadilan keluarga saat ini adalah metode perhitungan standar hasil revisi yang dipublikasikan pada tahun 2019, yang mencerminkan perubahan harga dan biaya hidup setelah jeda 16 tahun.6 Setiap tabel memberikan kisaran bulanan standar dalam suatu rentang: selebar 10.000 yen jika pendapatan pembayar rendah, atau selebar 20.000 yen pada tingkat pendapatan lainnya.3 Jumlah tabel mencerminkan estimasi pengadilan untuk kasus standar, tetapi keputusan akhir pengadilan tidak selalu persis sama dengan angka tabel apabila terdapat keadaan-keadaan khusus.3
Pencarian nilai nafkah mengikuti lima langkah yang sama dalam setiap kasus:
Tabel mana di antara sembilan tabel yang berlaku
Sembilan tabel nafkah anak mencakup variasi 1 hingga 3 anak yang dipadukan dengan dua kelompok usia: usia 0 hingga 14 tahun, dan usia 15 tahun ke atas.36 Tabel 1 mencakup 1 anak usia 0 hingga 14 tahun, Tabel 2 mencakup 1 anak usia 15 tahun ke atas, Tabel 3 sampai 5 untuk kombinasi dua anak, dan Tabel 6 sampai 9 untuk kombinasi tiga anak.6
Kasus-kasus yang tidak dicakup langsung oleh sembilan tabel tersebut memerlukan perhitungan individual dengan rumus standar alih-alih pembacaan tabel langsung. Hal ini mencakup rumah tangga dengan 4 anak atau lebih dan pengaturan pisah asuh di mana masing-masing orang tua mengasuh sebagian dari anak-anak tersebut.6
Membaca pendapatan pihak pembayar dan penerima
Pada setiap tabel, sumbu vertikal adalah pendapatan pembayar (gimusha) dan sumbu horizontal adalah pendapatan penerima (kenrisha), yaitu orang tua yang mengasuh anak. Kotak pertemuan antara kedua garis tersebut menunjukkan total standar bulanan untuk seluruh anak secara gabungan.36
Setiap sumbu memiliki dua skala pendapatan. Karyawan bergaji membaca skala pendapatan gaji, sedangkan pekerja mandiri (wiraswasta) membaca skala wiraswasta.36 Karyawan bergaji menggunakan jumlah pembayaran kotor sebelum potongan pada bukti potong pajak (gensen chōshūhyō), sedangkan pekerja mandiri menggunakan pendapatan kena pajak pada SPT pajak dengan menambahkan kembali pos-pos pengurang yang bukan pengeluaran riil.36
Gaji bersih (take-home pay) telah dikurangi pajak dan asuransi sosial, sehingga meremehkan pendapatan tabel yang sebenarnya. Pada bukti potong pajak gunakan kolom jumlah pembayaran (shiharai kingaku), dan pada surat keterangan pajak gunakan total penerimaan gaji kotor.6
Tunjangan anak (Jido Teate) adalah tunjangan jaminan sosial untuk anak dan tidak dihitung ke dalam pendapatan orang tua penerima.3 Jika beberapa anak berbagi satu angka nominal tabel, pembagian per anak dihitung secara proporsional berdasarkan indeks biaya hidup masing-masing anak: 62 untuk usia 0 hingga 14 tahun dan 85 untuk usia 15 tahun ke atas, terhadap orang tua yang diindeks sebesar 100.3
Kisaran nominal umum dan faktor yang memengaruhinya
Salah satu ilustrasi perhitungan di bawah tabel saat ini adalah sebagai berikut: anak berusia 5 tahun, orang tua pembayar berpendapatan gaji 6.000.000 yen, dan orang tua penerima berpendapatan gaji 1.000.000 yen menghasilkan rentang standar 60.000 hingga 80.000 yen per bulan (per 24-02-2026; konfirmasikan angka terkini pada laman tabel Pengadilan Jepang).6 Panduan praktisi hukum menggambarkan kisaran tipikal sekitar 40.000 hingga 80.000 yen per bulan per anak untuk pembayar berpenghasilan rata-rata, dengan jumlah yang lebih tinggi bagi pembayar berpenghasilan tinggi (per 24-02-2026).6 Kisaran tersebut adalah ilustrasi praktisi, bukan batas resmi yang diterbitkan pengadilan, dan batas atas pendapatan tinggi sangat bervariasi tergantung kondisi rumah tangga sehingga tidak dapat dipatok dalam satu angka.
Nominal tabel mengasumsikan anak bersekolah di sekolah negeri dan belum memperhitungkan cicilan pinjaman rumah (KPR), perbedaan wilayah, atau kondisi khusus rumah tangga lainnya.6 Para pihak tetap bebas menyepakati nominal di atas atau di bawah rentang tabel, dan biaya tambahan yang terdokumentasi seperti uang sekolah swasta atau biaya medis rutin dinegosiasikan terlebih dahulu, lalu diajukan ke mediasi atau pengadilan dengan bukti-bukti pendukung jika negosiasi gagal.6
| Skenario | Kisaran bulanan | Per tanggal | Sumber |
|---|---|---|---|
| Satu anak usia 5 tahun; gaji pembayar 6 jt yen; gaji penerima 1 jt yen | 60.000–80.000 yen | 24-02-2026 | 6 |
| Pembayar berpenghasilan rata-rata, per anak (ilustrasi praktisi) | 40.000–80.000 yen | 24-02-2026 | 6 |
| Contoh versi tabel lama: 2 anak usia 7 dan 10 tahun; pembayar 7,152 jt yen; penerima 2,028 jt yen | total 80.000–100.000 yen | versi telah digantikan | 3 |
Angka-angka di atas mencerminkan sumber dan tanggal yang tercantum; pastikan Anda memeriksa tabel terkini sebelum mengandalkan rentang nominal apa pun.
Masalah penunggakan dan reformasi penegakan hukum tahun 2020
Nafkah anak jauh lebih sering diperintahkan atau disepakati daripada yang benar-benar diterima. Dalam survei nasional keluarga orang tua tunggal tahun 2021, hanya 46,7 persen rumah tangga beribu tunggal yang memiliki kesepakatan nafkah dan hanya 28,1 persen yang saat itu benar-benar menerimanya secara rutin (data per 01-11-2021; konfirmasikan publikasi survei terbaru dengan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan).7 Untuk rumah tangga berayah tunggal, angkanya adalah 28,3 persen memiliki kesepakatan dan hanya 8,7 persen yang menerimanya (per 01-11-2021).7
Di antara rumah tangga yang memiliki kesepakatan nafkah, hanya 57,7 persen rumah tangga beribu tunggal dan 25,9 persen rumah tangga berayah tunggal yang saat itu benar-benar menerima pembayaran (per 01-11-2021).7
Amendemen Undang-Undang Eksekusi Perdata tahun 2019 yang mulai berlaku pada 18 April 2020 menambahkan mekanisme perolehan informasi pihak ketiga dan pengungkapan aset yang lebih kuat agar pemegang hak dapat melacak tempat kerja dan aset pembayar untuk disita.8 Untuk klaim nafkah anak, hak penagihan kreditur timbul hanya satu minggu setelah surat perintah sita dieksekusi kepada pembayar, sedangkan klaim upah biasa harus menunggu empat minggu; masa tunggu yang lebih singkat ini mencerminkan mendesaknya kebutuhan hidup anak.8
Penyitaan upah untuk klaim nafkah anak dapat mencapai hingga setengah dari gaji bersih setelah pajak dan potongan serupa, dibandingkan dengan hanya seperempat untuk klaim perdata biasa.94 Jika gaji bersih bulanan melebihi 660.000 yen, jumlah yang dapat disita adalah gaji bersih dikurangi 330.000 yen (per 08-09-2026).4 Penyitaan mencakup tunggakan masa lalu sekaligus pembayaran terjadwal di masa depan.
Penerimaan berulang yang dapat disita mencakup gaji dan pendapatan sewa, tetapi tidak mencakup penerimaan satu kali seperti penarikan tabungan atau uang pesangon.9
Pemegang hak yang tidak mengetahui aset pihak pembayar dapat menggabungkan permohonan pengungkapan harta dan perolehan informasi pihak ketiga terkait tempat kerja dengan perintah sita upah dalam satu permohonan tunggal di pengadilan distrik, yang dikenal sebagai prosedur eksekusi satu pintu (one-stop enforcement procedure).94 Permohonan jaminan pemenuhan kewajiban (performance assurance / rekomendasi pemenuhan) diajukan ke pengadilan keluarga, sedangkan eksekusi langsung seperti penyitaan diajukan ke pengadilan distrik yang membawahi domisili pembayar.94 Biaya pengajuan prosedur satu pintu adalah 2.000 yen untuk perkara pengungkapan ditambah 4.000 yen untuk perkara perintah sita, ditambah biaya prangko pos yang berbeda menurut pengadilan (per 08-09-2026).4
Sejak 1 April 2026, nafkah anak yang disepakati atau diputus pengadilan memiliki hak tanggungan menurut undang-undang (statutory lien) hingga 80.000 yen per anak per bulan dengan hak preferensi mendahului kreditur umum lainnya (per 01-04-2026).4 Perceraian tanpa kesepakatan nafkah apa pun kini secara otomatis menimbulkan kewajiban nafkah menurut undang-undang sebesar 20.000 yen per anak per bulan sampai kesepakatan resmi dibuat atau anak berusia 18 tahun (per 01-04-2026).4
Jalur penegakan hukum bergerak dari kesepakatan menuju penagihan tanpa perlu kembali bersidang dari awal apabila dokumen hukumnya sudah lengkap:
Kekuatan hukum dari kesepakatan yang dapat dieksekusi
Saat menetapkan nafkah anak, orang tua harus menentukan nominal, periode pembayaran, jadwal pembayaran, dan rekening bank secara konkret serta menuangkan kesepakatan dalam bentuk tertulis alih-alih lisan, dengan menggunakan model perjanjian Kementerian Kehakiman sebagai acuan.1
Akta notaris, yaitu 公正証書 (kōsei-shōsho), yang memenuhi syarat dan memuat klausul persetujuan eksekusi paksa memungkinkan pihak penerima untuk segera memulai eksekusi wajib begitu terjadi gagal bayar. Tidak perlu memulai mediasi atau sidang pengadilan keluarga baru terlebih dahulu.10 Klausul tersebut menyatakan bahwa pihak pembayar menyetujui eksekusi paksa langsung jika pembayaran menunggak, dengan menggunakan rumusan kata baku dari pengadilan.10
Tanpa klausul tersebut, akta notaris sekalipun tidak dapat dijadikan dasar eksekusi wajib secara langsung. Akta harus secara eksplisit memuat klausul 強制執行認諾文言 (kyōsei-shikkō-dakunoke-monku, "klausul persetujuan eksekusi paksa") berdampingan dengan ketentuan nafkah anak.10
Alas hak (title of execution) yang memenuhi syarat untuk eksekusi langsung mencakup akta mediasi pengadilan keluarga (chotei chosho), dokumen penetapan peradilan (shimpan), putusan pengadilan, akta perdamaian peradilan, dan akta notaris yang memuat klausul persetujuan eksekusi. Akta mediasi tidak memerlukan surat perintah eksekusi tambahan, sedangkan akta notaris memerlukan surat perintah eksekusi dari kantor notaris yang menerbitkan akta tersebut.4
Hal-hal yang perlu diketahui
Janji lisan tidak dapat dieksekusi secara langsung
Hanya mengandalkan janji lisan adalah penyebab paling umum nafkah anak menjadi mustahil ditagih. Panduan kementerian menginstruksikan orang tua untuk menetapkan jumlah, periode, jadwal, dan rekening secara tertulis menggunakan model kesepakatan resminya, karena hanya alas hak tertulis yang memenuhi syarat yang dapat membuka akses eksekusi paksa: akta mediasi, surat penetapan pengadilan, putusan hakim, atau akta notaris dengan klausul persetujuan eksekusi paksa.1104
Tabel perhitungan mengasumsikan biaya sekolah negeri
Menghitung anggaran hanya berdasarkan angka tabel akan meremehkan biaya riil jika anak menempuh pendidikan di sekolah swasta atau membutuhkan perawatan medis berkepanjangan. Tabel perhitungan mengasumsikan pendidikan sekolah negeri dan belum memperhitungkan KPR serta perbedaan biaya hidup wilayah, sehingga pengeluaran tambahan yang terdokumentasi harus dinegosiasikan di awal dan dibawa ke mediasi atau pengadilan disertai bukti konkret, seperti tagihan uang sekolah atau kuitansi biaya medis, jika musyawarah buntu.6
Mulai proses eksekusi sebelum tunggakan menumpuk
Menunggu berbulan-bulan setelah pembayaran terhenti hanya akan memperparah defisit keuangan keluarga. Penyitaan upah dapat menjangkau pembayaran terjadwal di masa depan sekaligus tunggakan yang ada, hak tagih kreditur timbul satu minggu setelah pemberitahuan kepada pembayar, dan permohonan satu pintu menggabungkan pengungkapan harta, pelacakan tempat kerja, dan penyitaan upah dalam satu pengajuan pengadilan distrik dengan biaya 2.000 yen ditambah 4.000 yen serta ongkos kirim pos.948
Lihat juga
- Hak asuh anak (Shinken) dan kenyataan hak asuh tunggal
- Empat jalur perceraian di Jepang
- Formulir perceraian kesepakatan (Kyogi Rikon) dan batasannya
- Perceraian internasional dan Konvensi Den Haag
- Visa pasangan setelah perceraian
- Tunjangan anak (Jido Teate)