Lewati ke konten utama

Diriset dan diperiksa faktanya melalui proses editorial J-Compass; tim editorial kami meninjau sumber dan akurasi sebelum diterbitkan. Lihat metodologi kami →
Terjemahan ini disediakan sebagai referensi untuk kemudahan Anda. Versi bahasa Inggris adalah versi yang berlaku. Baca versi asli bahasa Inggris →

Kewaspadaan letusan gunung api di Jepang

Risiko gunung api di Jepang merupakan realitas kehidupan regional, bukan kondisi darurat nasional yang konstan. Memahami tingkatan peringatan JMA sekali saja akan membuat Anda dapat membaca setiap berita terkait di kemudian hari dengan tenang.1

Konfirmasikan detail terbaru dengan sumber resmi

Prosedur, biaya, dan persyaratan dapat berubah sewaktu-waktu. Pastikan informasi terbaru melalui laman gunung api Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan situs mitigasi bencana pemerintah prefektur Anda.

Gambaran umum​

Jepang memiliki 111 gunung berapi aktif, dengan sekitar 15 kejadian vulkanik dalam rata-rata tahunan, dan Badan Meteorologi Jepang (JMA) memantau sekitar 50 di antaranya dengan instrumen permanen secara terus-menerus.1 Peringatan telah diterbitkan secara spesifik per gunung api sejak Desember 2007, sehingga setiap peringatan yang Anda lihat telah secara langsung menyebutkan nama gunung dan tingkat kewaspadaannya.1 Artikel ini memetakan sistem tersebut berdasarkan wilayah tempat tinggal Anda.

Gunung api aktif dan risiko regional yang realistis​

Risiko di Jepang bersifat lokal. Hanya segelintir gunung api yang memengaruhi rutinitas harian warga di sekitarnya, sedangkan sisanya hanya relevan jika Anda berkunjung atau pindah ke wilayah tersebut.

Wilayah kehidupan sehari-hari berdampingan dengan gunung api​

桜島 (Sakurajima, "Gunung Sakurajima") di Teluk Kagoshima cukup sering meletus sehingga hujan abu telah menjadi bagian dari pekerjaan rumah tangga biasa bagi warga Kagoshima.2 阿蘇山 (Asosan, "Gunung Aso") di Kumamoto merupakan salah satu kaldera aktif terbesar di dunia. 浅間山 (Asamasan, "Gunung Asama") membentang di perbatasan Gunma dan Nagano, serta 草津白根山 (Kusatsu-Shiranesan, "Gunung Kusatsu-Shirane") berada di Gunma. Kaldera 箱根 (Hakone) di Kanagawa sesekali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik skala kecil di dekat kawasan resor dan komuter utama.

Pada November 2025, Sakurajima mengalami serangkaian aktivitas letusan eksplosif yang melontarkan abu hingga ketinggian 4.400 meter (per 20 November 2025; pastikan tingkat peringatan terkini dengan JMA).2 JMA menetapkan Tingkat Peringatan 3 dengan larangan masuk dalam radius 2 kilometer dari kawah Minamidake, sementara aktivitas sehari-hari warga Kagoshima tetap berlangsung normal dengan menjalankan rutinitas penanganan abu.2 Pola tersebut merupakan hal yang lumrah di dekat gunung berapi yang sering aktif: pembatasan akses di sekitar kawah, dan kehidupan normal di dalam kota.

Fuji dan potensi bencana besar berprobabilitas rendah​

富士山 (Fujisan, "Gunung Fuji") saat ini dalam kondisi tidur (dormant) tetapi tidak punah, dan JMA memantaunya secara berkelanjutan sama seperti gunung api aktif lainnya (per 2026; pastikan pembacaan terkini dengan JMA).1 Pemantauan sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda erupsi dalam waktu dekat, namun risikonya tidak nol, dan inilah alasan Pemerintah Metropolitan Tokyo mengelola situs khusus skenario hujan abu bagi wilayah ibu kota.3 Perlakukan Gunung Fuji sebagai skenario perencanaan kesiapsiagaan daripada hitung mundur bencana: pahami rutinitas menghadapi abu, lalu lanjutkan kehidupan seperti biasa.

Klaster wilayah utara​

Wilayah Tohoku dan Hokkaido memiliki klaster gunung api aktif tersendiri yang berada di bawah sistem peringatan JMA yang sama.1 Jika Anda pindah ke utara, tingkatan peringatan di bawah ini tetap berlaku sepenuhnya; hanya nama gunung dan laman informasi pemerintah kotanya yang berbeda.

Tingkatan tingkat peringatan JMA​

Lima tingkatan 噴火警戒レベル (funka keikai reberu, "tingkat peringatan letusan gunung api") memasangkan setiap tahapan peningkatan aktivitas vulkanik dengan satu tindakan warga yang harus dilakukan.4 Peringatan evakuasi bagi permukiman warga baru diterbitkan pada Level 4 dan 5; tingkat di bawahnya hanya membatasi akses ke kawah tanpa mengganggu kehidupan kota.4 Diagram alur di bawah merangkum tingkatan tersebut dalam satu bagan keputusan.

Level 1 dan 2​

Level 1 menandakan gunung tersebut merupakan gunung api aktif dengan potensi peningkatan aktivitas, dengan pembatasan akses ke bibir kawah bergantung pada situasi tertentu.3 Level 2 melarang warga mendekati area sekitar kawah, sementara warga permukiman tetap dapat menjalani hidup normal, mengumpulkan informasi terkini, memastikan prosedur evakuasi, dan mengikuti latihan kebencanaan.3

Level 3​

Level 3 melarang warga mendekati kawasan gunung api dan membatasi pendakian gunung, sementara penduduk sekitar tetap beraktivitas normal sembari memantau perkembangan situasi.3 Warga lansia dan kelompok rentan lainnya yang memerlukan perhatian khusus mulai bersiap-siap untuk mengungsi jika keadaan memburuk.3

Level 4 dan 5​

Level 4 memerintahkan evakuasi bagi kelompok lansia dan warga rentan lainnya di wilayah yang dinyatakan siaga, dengan seluruh penduduk bersiap mengungsi.3 Level 5 memerintahkan evakuasi penuh dan segera dari area permukiman yang terancam bahaya letusan.3 Radius zona pembatasan dan evakuasi bervariasi bergantung pada karakteristik masing-masing gunung api dan sifat letusannya, sehingga selalu bacalah peta bahaya pemerintah daerah setempat untuk gunung Anda alih-alih mengasumsikan radius dari gunung lain.3

Hidup berdampingan dengan tingkatan peringatan​

Saluran peringatan dan informasi​

Peringatan dari JMA menjangkau masyarakat melalui media massa, kantor prefektur, dan pemerintah kota setempat.4 Daftarkan diri Anda pada aplikasi mitigasi bencana atau aplikasi peringatan gunung api prefektur saat Anda baru tiba, serta tandai (bookmark) laman gunung api JMA untuk gunung terdekat Anda. Pengumuman darurat pemerintah kota (bousai musen) dan aplikasi prefektur memuat instruksi lokal resmi yang mengikat warga.

Pelajari laman gunung api Anda sebelum tingkat peringatannya naik

Buka laman resmi JMA untuk gunung berapi terdekat Anda pada hari-hari yang tenang. Catat tingkat peringatan saat ini, radius pembatasannya, dan catatan evakuasi dari pemerintah kota Anda, sehingga jika muncul berita di kemudian hari, Anda cukup melakukan pemeriksaan rutin tanpa rasa panik.43

Rute evakuasi dan simulasi latihan bencana​

Ketahui rute evakuasi Anda saat tingkat peringatan masih berada di level rendah. Dewan penanggulangan bencana gunung api saat ini mencakup 49 dari 50 gunung api yang dipantau terus-menerus, yang berarti rencana mitigasi lokal dengan penetapan rute dan tempat pengungsian telah tersedia untuk hampir setiap gunung yang diawasi.5 Ikutilah latihan simulasi bencana yang diselenggarakan pemerintah kota; rute yang pernah Anda lalui saat latihan adalah rute yang akan Anda percayai saat kondisi darurat yang penuh tekanan.

Perencanaan rute berdasarkan peta bahaya​

Periksalah dua jenis peta, dengan urutan berikut. Pertama, buka portal penanggulangan bencana Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) yang merangkum data bencana gunung api dan ancaman bencana lainnya secara nasional.6 Selanjutnya, buka situs web penanggulangan bencana pemerintah kota setempat untuk melihat peta bahaya, daftar tempat penampungan pengungsian, dan instruksi per distrik. Peta dari pemerintah kota bersifat mengikat: penunjukan tempat pengungsian di peta lokal berlaku di atas saran sistem nasional mana pun.

Hal penting untuk diketahui​

Hujan abu sering terjadi, erupsi besar jarang terjadi​

Sebagian besar tahun di dekat Sakurajima atau Aso ditandai dengan abu yang mengotori jemuran, bukan sirine bahaya yang meraung di jalanan. Selalu siapkan rutinitas menghadapi abu (masker, menjemur di dalam ruangan, penutup mobil), dan ingatlah rute evakuasi di benak Anda untuk mengantisipasi eskalasi yang jarang terjadi.2

Tingkat peringatan berbeda untuk setiap gunung api, bacalah laman informasi lokal​

Penetapan Level 3 di Sakurajima dengan zona pembatasan 2 kilometer (per 20 November 2025; pastikan data terkini dengan JMA) tidak dapat disamakan dengan radius pembatasan di Gunung Asama atau Hakone.2 Zona pembatasan ditetapkan secara spesifik per gunung berapi dan per jenis letusan.3

Penyewa dan pendatang baru sebaiknya bertanya ke kantor pemerintah kota saat tiba​

Kantor distrik (ward office) dan kantor kota menyimpan peta bahaya lokal dan jadwal simulasi kebencanaan. Tanyakan kepada petugas di loket saat Anda mendaftarkan alamat domisili: gunung api mana yang berdampak pada distrik tersebut, di mana lokasi pusat penampungan evakuasi, dan aplikasi apa yang menyiarkan peringatan resminya.4

References​

Footnotes​

  1. Japan Meteorological Agency. "Monitoring of Earthquakes, Tsunamis and Volcanic Activity." https://www.jma.go.jp/jma/en/Activities/earthquake.html ↩ ↩2 ↩3 ↩4 ↩5

  2. U.S. Embassy and Consulates in Japan. "Volcano and Ash Clouds Alert, November 20, 2025." https://jp.usembassy.gov/volcano-and-ash-clouds-alert ↩ ↩2 ↩3 ↩4 ↩5

  3. Japan Meteorological Agency. "Volcanic warning / forecast (English map page)." https://www.data.jma.go.jp/multi/volcano/index.html?lang=en ↩ ↩2 ↩3 ↩4 ↩5 ↩6 ↩7 ↩8 ↩9 ↩10

  4. Japan Meteorological Agency. "Volcanic Warnings and Volcanic Alert Levels." https://www.jma.go.jp/jma/kishou/know/kazan/English/level.html ↩ ↩2 ↩3 ↩4 ↩5

  5. Cabinet Office, Government of Japan. "Special Feature 1: Understanding and Being Prepared for Volcanoes (2024 Disaster Management White Paper)." https://www.bousai.go.jp/en/documentation/white_paper/pdf/2024/01_SF1.pdf ↩

  6. Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism. "Disaster Prevention Portal (English)." https://www.mlit.go.jp/river/bousai/bousai-portal/en/helpful01/index.html ↩