Diriset dan diperiksa faktanya melalui proses editorial J-Compass; tim editorial kami meninjau sumber dan akurasi sebelum diterbitkan. Lihat metodologi kami →
Terjemahan ini disediakan sebagai referensi untuk kemudahan Anda. Versi bahasa Inggris adalah versi yang berlaku. Baca versi asli bahasa Inggris →
Penipuan yang menargetkan warga di Jepang
Penipuan yang menargetkan warga (tokushu sagi dan berbagai varian daringnya) terus melonjak pada tahun 2025: kerugian akibat penipuan khusus mencapai sekitar 142,3 miliar yen, sedangkan penipuan investasi dan asmara melalui media sosial (SNS) mencapai sekitar 183,4 miliar yen, dengan total kerugian mencapai sekitar 325,7 miliar yen berdasarkan angka resmi yang dikonfirmasi oleh National Police Agency (per 2026-05; konfirmasikan angka terkini ke National Police Agency).1 Kunci pertahanan terbaik adalah langkah prosedural: verifikasi selalu sebelum bertindak, melalui saluran resmi yang Anda tentukan sendiri.
Prosedur, biaya, dan persyaratan dapat berubah sewaktu-waktu. Konfirmasikan rincian terkini di halaman kampanye anti-penipuan SOS47 National Police Agency dan National Consumer Affairs Center (Pusat Urusan Konsumen Nasional).
Gambaran umum
Pelaku penipuan kerap menyamar sebagai anggota keluarga, pegawai bank, petugas kantor pajak, kurir pengiriman paket, pesohor (selebritas), pasangan romantis daring, hingga petugas imigrasi. Sosok otoritas yang dipalsukan bisa berganti-ganti, namun tuntutannya selalu sama: kirimkan uang, data kredensial, atau kode verifikasi saat ini juga melalui saluran yang ditentukan oleh si pemanggil.23
Warga negara asing menghadapi seluruh modus penipuan domestik tersebut ditambah skema penipuan visa dan imigrasi yang memanfaatkan ketidaktahuan atas prosedur resmi yang berlaku. Seluruh langkah perlindungan di bawah ini dapat dijalankan tanpa perlu mahir berbahasa Jepang, karena proses verifikasi dilakukan melalui nomor kontak resmi dan datang langsung ke loket, bukan dengan berdebat dengan pelaku penipuan.
Kategori penipuan yang terdokumentasi
Lima pola penipuan mencakup hampir seluruh kasus yang dihadapi warga. Pelajari karakteristik masing-masing agar tipu daya mereka tidak mempan kepada Anda.
Telepon penipuan oreore dan penyamaran identitas
Penelepon oreore (oreore sagi, "penipuan 'ini aku' / penyamaran anggota keluarga") berpura-pura menjadi anggota keluarga yang sedang tertimpa masalah darurat; penipu yang mengaku dari bank atau kantor pajak meminta verifikasi nomor My Number atau rekening bank melalui telepon atau SMS.2 Kasus penipuan oreore melonjak 114,6 persen pada tahun 2025 menjadi 14.489 kasus, dengan nilai kerugian sekitar 113,8 miliar yen (per 2026-05; konfirmasikan angka terkini ke National Police Agency).1 Penipuan polisi gadungan (nise keisatsu sagi, "penelepon menyamar sebagai polisi yang menuntut uang dengan dalih penyelidikan perkara") menjadi faktor pendorong utama lonjakan kasus penipuan khusus pada tahun 2025 (per 2026-05).1
Penggunaan nomor telepon internasional dalam penipuan khusus, yang dapat dikenali dari awalan tanda tambah (+), meningkat menjadi 92.996 panggilan pada tahun 2025, naik 95,4 persen dan mencakup 75,5 persen dari seluruh nomor yang digunakan dalam kejahatan ini (per 2026-05).4 Perlakukan panggilan apa pun yang berawalan tanda tambah (+) dan menuntut tindakan mendesak sebagai panggilan mencurigakan sampai terbukti sebaliknya.
Penipuan investasi dan penipuan asmara (romance fraud) melalui media sosial
Penipuan investasi media sosial (SNS) mengalihkan kontak dari iklan atau pesan langsung (DM) ke grup obrolan LINE, membangun kepercayaan dengan tangkapan layar keuntungan palsu, lalu memeras transfer uang berulang kali dengan dalih dana investasi atau biaya penarikan modal; kerugian dalam satu kasus saja dapat mencapai puluhan juta yen.2 Pada tahun 2025, National Police Agency mencatat 9.523 kasus investasi bodong melalui media sosial dengan kerugian sekitar 128,8 miliar yen, naik 47,9 persen dibanding tahun 2024 (per 2026-05).1
Penipuan asmara (romance fraud) dimulai tanpa pernah bertemu secara langsung, membangun kedekatan emosional, lalu berbelok meminta investasi atau bantuan biaya mendesak.3 Pada tahun 2024, dalih investasi digunakan dalam 73,1 persen kasus penipuan asmara dan mencakup 85,8 persen dari total kerugian penipuan asmara (per 2025-05).5
Penipuan asmara via medsos mencapai 5.645 kasus dengan kerugian sekitar 54,6 miliar yen pada tahun 2025 (per 2026-05).1 Jika digabungkan antara penipuan investasi dan asmara melalui media sosial, rata-rata kerugian per kasus yang berhasil diperdaya mencapai sekitar 12,1 juta yen (per 2026-05).1
| Skema | Kerugian tahun 2025 (terkonfirmasi) | Perubahan dibanding 2024 |
|---|---|---|
| Penipuan khusus (telepon dan penyamaran) | Sekitar 142,3 miliar yen | Naik 98,0 persen; kasus oreore naik 114,6 persen |
| Penipuan investasi media sosial (SNS) | Sekitar 128,8 miliar yen | Naik 47,9 persen |
| Penipuan asmara media sosial (SNS) | Sekitar 54,6 miliar yen | Naik 36,3 persen |
Angka kerugian di atas merupakan data resmi yang dikonfirmasi oleh National Police Agency untuk tahun 2025 (per 2026-05).1 Mulai data tahun 2026, kepolisian mengelompokkan penipuan investasi dan asmara media sosial sebagai bagian dari penipuan khusus, sehingga data tahun 2026 tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan seri sebelumnya (per 2026-08).6
Smishing pengiriman paket dan phishing tagihan palsu
Pesan teks (SMS) mengenai paket yang gagal diantar disertai tautan berbahaya dan pesan tagihan palsu adalah pancingan yang sangat umum. Lakukan pengecekan langsung di dalam aplikasi pengiriman kurir atau layanan resmi terkait, jangan pernah mengeklik tautan yang ada di dalam pesan teks, dan perlakukan tagihan tak terduga sebagai penipuan sampai akun resmi membuktikan kebenarannya.2
Iklan investasi yang mencatut foto figur publik atau selebritas patut mendapat kecurigaan ekstra: konsultasi di pusat konsumen mengenai modus ini meningkat sekitar 9,6 kali lipat dibanding tahun fiskal 2022, dengan kerugian rata-rata sekitar 6,44 juta yen per laporan konsultasi (per 2024-04; konfirmasikan angka terkini ke National Consumer Affairs Center).7
Penipuan visa dan imigrasi yang menyasar warga asing
Pelaku penipuan menargetkan warga asing dengan klaim adanya biaya administrasi untuk prosedur visa atau izin tinggal yang sebenarnya tidak pernah ada. Prosedur imigrasi dan perpajakan resmi di Jepang tidak pernah dimulai dengan panggilan telepon yang menuntut nomor My Number, detail rekening bank, atau transfer uang kawat; lakukan verifikasi atas setiap klaim semacam itu langsung di loket kantor imigrasi atau situs resmi sebelum membayar apa pun.27
Langkah pencegahan yang realistis
Tiga aturan berikut mampu membendung hampir setiap skema penipuan di atas. Anda tidak memerlukan alat khusus ataupun kemampuan bahasa Jepang tingkat tinggi, cukup dengan membaca nomor resmi instansi terkait.
Informasi yang tidak boleh diberikan melalui telepon atau SMS
Jangan pernah membagikan detail kartu My Number, kredensial perbankan, atau kode verifikasi/OTP melalui telepon atau pesan teks, siapa pun pihak yang mengaku sebagai penelepon.27 Tidak ada prosedur resmi yang sah yang meminta data sensitif ini melalui panggilan telepon masuk.
Cara instansi resmi yang sebenarnya saat menghubungi Anda
Kantor distrik (ward office/yakusho) mengirimkan surat resmi bertinta fisik untuk urusan administratif alih-alih menelepon; kantor pajak dan Badan Layanan Imigrasi tidak pernah menelepon untuk meminta data akun atau transfer uang. Verifikasi kontak apa pun secara tertulis atau dengan menelepon kembali nomor resmi instansi yang tercantum di situs publik mereka, bukan nomor yang diberikan oleh penelepon.27
Janji keuntungan pasti, nomor rekening tujuan transfer atas nama perorangan, dan rekening yang terus berubah di setiap transaksi masing-masing merupakan indikator penipuan. Jika menemukan salah satu tanda ini, jangan lakukan transfer lagi dan segera konsultasikan ke kantor polisi.2
Sebelum mentransfer dana investasi, periksa pihak penerima: cek akun resmi figur publik terkait, dan cocokkan legalitas izin produk investasi di daftar registrasi Financial Services Agency (Otoritas Jasa Keuangan Jepang).7 Ajakan investasi mencurigakan yang datang melalui direct message, terutama yang mengarahkan ke aplikasi LINE pribadi, patut langsung diwaspadai.2
Rutinitas jeda dan verifikasi
Rutinitas ini sangat efektif karena memindahkan proses verifikasi ke saluran yang Anda kendalikan sendiri. Penipu mengendalikan panggilan masuk, tetapi mereka tidak dapat mengendalikan nomor telepon publik maupun loket fisik instansi resmi yang Anda hubungi.28
Pelaporan: Jalur kepolisian dan 188
Laporkan melalui kedua jalur jika situasinya relevan: kepolisian menangani aspek tindak pidana, sedangkan pusat konsumen menangani sisi konsultasi dan pendampingan pemulihan kerugian.
Jalur kepolisian (koban, kantor polisi, #9110)
Hubungi polisi di nomor non-darurat #9110 untuk konsultasi kasus penipuan; datangi koban atau kantor polisi distrik setempat untuk mengajukan laporan resmi sebagai korban.28 Pelaporan intelijen penipuan tanpa nama dapat dilakukan melalui nomor bebas pulsa 0120-344-999.2
Jalur perlindungan konsumen (188)
Saluran siaga konsumen (ichi-hachi-hachi, "saluran telepon konsumen 188") menghubungkan Anda ke pusat urusan konsumen terdekat untuk mendapatkan bimbingan dan saran pemulihan.78 Panduan Saluran Siaga Urusan Konsumen (188) menjelaskan mekanisme lengkapnya; bagian ini berfungsi sebagai rujukan cepat. Begitu uang ditransfer, pengembaliannya sangat sulit dilakukan, sehingga konsultasi sejak dini jauh lebih baik daripada menundanya karena rasa malu.7
Hal yang perlu diketahui
Panggilan dari nomor internasional patut langsung dicurigai
Jumlah nomor internasional yang dipakai dalam penipuan khusus melonjak hampir dua kali lipat pada tahun 2025 dan mencakup 75,5 persen dari keseluruhan nomor yang digunakan (per 2026-05; konfirmasikan data terkini ke National Police Agency).4 Tanda awalan tambah (+) dapat dilihat di layar ponsel sebelum Anda mengangkat panggilan. Biarkan nomor internasional asing yang tidak dikenal masuk ke kotak pesan suara; penelepon yang sah akan meninggalkan pesan resmi yang dapat diverifikasi.
Pengembalian uang setelah ditransfer sangat sulit
Dana yang telah ditransfer sangat jarang dapat kembali seutuhnya, dan kelengkapan bukti transaksi jauh lebih penting daripada menunda waktu untuk melapor.7 Segera buat laporan meskipun merasa malu atau enggan; bukti laporan tertulis ini juga melindungi Anda dari jebakan penipuan lanjutan seperti di bawah ini.
Penipuan pemulihan dana sekunder mengincar korban untuk kedua kalinya
Tawaran bantuan pengembalian dana berbayar yang datang setelah Anda menjadi korban merupakan modus serangan lanjutan yang sudah jamak menyasar korban yang sama. Alihkan setiap tawaran jasa semacam ini ke pusat perlindungan konsumen alih-alih melayaninya.7
Lihat juga
- Saluran Siaga Urusan Konsumen (188)
- Sengketa Pembelian Daring
- Membuat Laporan Polisi di Jepang
- Koban (Pos Polisi) sebagai Antarmuka Universal
- Potret Kejahatan di Jepang bagi Warga