Diriset dan diperiksa faktanya melalui proses editorial J-Compass; tim editorial kami meninjau sumber dan akurasi sebelum diterbitkan. Lihat metodologi kami →
Terjemahan ini disediakan sebagai referensi untuk kemudahan Anda. Versi bahasa Inggris adalah versi yang berlaku. Baca versi asli bahasa Inggris →
Acara musiman di tempat kerja: Bonenkai, Shinnenkai, Kangeikai, Sobetsukai
Pertemuan bonenkai di Jepang menjadi jangkar dari empat agenda musiman di tempat kerja yang hampir pasti akan mengundang setiap pekerja asing bergaji tetap. Pesta melupakan tahun lama pada bulan Desember, pesta menyambut tahun baru pada bulan Januari, pesta penyambutan rekan baru pada bulan April, dan pesta perpisahan saat seseorang mengundurkan diri atau dimutasi semuanya berjalan dengan kerangka format yang serupa.12
Prosedur, biaya, dan persyaratan dapat berubah sewaktu-waktu. Konfirmasikan perincian terbaru pada Tokyo Shoko Research dan lembaga riset kuliner Hot Pepper (Recruit), yang merupakan sumber utama data survei dalam artikel ini.
Gambaran umum
Kalender musiman tempat kerja di Jepang terdiri atas empat acara utama: pesta akhir tahun, pesta tahun baru, pesta penyambutan, dan pesta perpisahan.12 Setiap nama berakhiran 会 (kai, "pertemuan atau perkumpulan"), sehingga istilah apa pun berakhiran kai yang Anda dengar di kantor merupakan bentuk dari kegiatan yang terorganisasi.23
Istilah payungnya adalah 飲み会 (nomikai, "acara minum-minum santai"): pertemuan sosial di luar jam kerja di kedai izakaya, restoran, atau tempat karaoke, tempat para rekan kerja makan, minum, dan mempererat kebersamaan.1 Tujuan utamanya memiliki istilah tersendiri, yaitu 飲みニケーション (nominikēshon, lakuran dari kata nomi dan communication): membangun kedekatan relasi melalui minum santai dan obrolan, termasuk menyuarakan hal-hal yang enggan disampaikan dalam forum rapat resmi.4
Artikel ini mengulas keempat acara tersebut sebagai satu kesatuan kalender. Tradisi ini berlaku serupa secara nasional tanpa memandang kewarganegaraan atau status visa; hal yang membedakannya adalah tipe pemberi kerja, karena korporasi domestik besar, perusahaan rintisan (startup), dan perusahaan modal asing memiliki frekuensi, alokasi anggaran, serta tekanan kehadiran yang berbeda.4
Sekilas tentang empat acara utama
Bonenkai: Pesta akhir tahun melupakan beban setahun
忘年会 (bonenkai, "pertemuan melupakan beban setahun") diadakan pada bulan Desember tanpa tanggal pasti yang kaku, dengan puncak kepadatan pemesanan tempat dimulai sejak pertengahan Desember.56 Tujuannya adalah melupakan segala kelelahan, kesulitan, dan masalah sepanjang tahun yang lalu serta menutupnya bersama sebagai satu kesatuan tim. Perayaan ini terpisah dari perayaan Tahun Baru (shogatsu) yang berlangsung hingga 3 Januari.5
Bonenkai diselenggarakan oleh kelompok rekan kerja, lingkaran sahabat, ataupun acara yang didanai perusahaan untuk seluruh karyawan, dengan format per departemen menjadi bentuk yang paling lazim di korporasi.56 Tradisi ini berakar dari pertemuan syukuran 納会 (nokai, "pertemuan pencapaian besar") pada zaman Muromachi pada abad ke-15, mulai menyandang nama bonenkai pada abad ke-18, dan menjadi agenda tetap dalam kalender perusahaan pascaperang di bawah sistem kerja seumur hidup.5
Shinnenkai: Pesta menyambut tahun baru
新年会 (shinnenkai, "pertemuan menyambut tahun baru") diadakan pada bulan Januari setelah libur pergantian tahun usai, umumnya pada pertengahan Januari.26 Suasananya berorientasi ke depan: sambutan para manajer beralih ke ajakan "mari kita berikan yang terbaik tahun ini," dan rekan kerja saling bertukar kabar seputar liburan mereka.6
Tujuannya adalah memotivasi serta menyelaraskan kembali fokus tim serta membuang rasa malas pascalibur panjang.2 Berbeda dengan bonenkai, acara ini tidak dibingkai untuk menuntaskan masalah tahun lalu, melainkan sebagai awal yang segar menuju tahun baru yang sukses.6
Kangeikai: Pesta penyambutan rekan baru
歓迎会 (kangeikai, "pertemuan penyambutan") diselenggarakan ketika ada orang baru yang bergabung, baik karyawan baru, mahasiswa, maupun anggota kelompok baru.12 Di korporasi besar, acara ini lazimnya jatuh pada awal tahun fiskal baru pada bulan April bersamaan dengan masuknya lulusan baru, dan skalanya bisa sebesar acara bonenkai.2
Menolak hadir pada kangeikai yang diadakan khusus untuk menyambut diri Anda sendiri dianggap sangat tidak sopan, jadi anggaplah undangannya bersifat wajib.1 Pendatang baru perlu mengikuti etika tempat duduk dan tata cara menuangkan minuman, duduk di bagian meja terdekat dari pintu (shimoza), dan menuangkan minuman untuk para senior, yang membuat acara ini menuntut kepekaan sosial tersendiri meskipun bertujuan untuk menyambut dengan hangat.2
Sobetsukai: Pesta perpisahan rekan kerja
送別会 (sobetsukai, "pertemuan perpisahan") diadakan saat seseorang meninggalkan organisasi karena pensiun, mutasi cabang, kelulusan, atau pengunduran diri.2 Istilah terkait lainnya, 壮行会 (sokokai, "pertemuan pelepasan penuh semangat"), mencakup perayaan berorientasi masa depan atas promosi internal, rotasi tugas ke divisi lain, atau penugasan dinas ke luar negeri.2
Struktur umum: Lokasi, biaya, dan alur acara
Lokasi dan format acara
Lokasi yang lazim digunakan adalah kedai izakaya (tempat mayoritas bonenkai diadakan), restoran, hotel, atau aula gedung kantor sendiri sebagai variasi penghematan biaya.526 Makanan disajikan dalam bentuk paket set course, dan minuman biasanya menggunakan sistem minum sepuasnya (nomihodai), umumnya berdurasi 90 hingga 120 menit.67
Pesta utama biasanya berlangsung selama dua hingga tiga jam.6 Sesi karaoke atau hiburan lainnya, seperti bernyanyi bersama, lelucon komedi, atau atraksi sulap, kerap mengisi paruh akhir acara atau pesta lanjutan, kendati aksi hiburan amatir yang terlalu berisik dan mengganggu pelanggan lain kini semakin dihindari.6
Acara 二次会 (nijikai, "pesta kedua / lanjutan") diteruskan di bar, izakaya lain, pub, atau ruang karaoke bersama kelompok kecil yang lebih intim. Kelanjutan berikutnya disebut 三次会 (sanjikai, "pesta putaran ketiga").12 Kehadiran di nijikai bersifat opsional, dan menolaknya tidak menimbulkan sanksi sosial apa pun.1
Biaya: Siapa yang membayar
Sebagian perusahaan menanggung seluruh biaya acara. Perusahaan lain mematok target biaya per orang agar harganya tidak membebani karyawan untuk hadir.5 Jika perusahaan tidak menanggungnya, tagihan biasanya dibagi rata (warikan) sesuai harga paket menu tanpa memandang seberapa banyak konsumsi perorangan.7
| Pos pengeluaran | Kisaran nominal | Per tanggal | Catatan |
|---|---|---|---|
| Rata-rata bonenkai per orang, set menu plus nomihodai (riset Gurunavi) | 4.000–5.000 yen | Halaman 2019-01-11, pembaruan 2020-07-146 | Jamuan set menu dengan paket minuman berbatas waktu |
| Target subsidi perusahaan per orang (maksimal) | 5.000 yen | Arsip panduan praktisi5 | Ditetapkan agar tidak membebani karyawan |
| Rentang tarikan standar panitia pelaksana | 3.000–5.000 yen | 2026-03-04, pembaruan 2026-09-081 | Dikumpulkan oleh panitia di akhir acara |
| Rentang paket set menu standar | 2.500–5.000 yen | 2025-12-257 | Bervariasi menurut lokasi dan anggaran kelompok |
| Rentang standar mencakup tempat mewah | 3.000–6.000 yen | 2025-12-257 | Batas atas untuk acara bersubsidi perusahaan |
Rentang angka yang dilaporkan saling bersinggungan tanpa sama persis, karena setiap sumber merujuk pada kombinasi tempat dan tahun survei yang berbeda (periode 2019–2026; konfirmasikan nominal terkini dengan pihak pengelola tempat atau panitia). Rangkuman pastinya adalah beberapa ribu yen per orang dengan subsidi kantor yang umum ditemui, bukan satu angka tunggal mutlak.
Alur jalannya acara malam hari
Malam perayaan dibuka dengan sambutan singkat dari manajer atau panitia pelaksana, yang disusul dengan bersulang 乾杯 (kanpai). Tidak ada yang boleh minum sebelum sesi bersulang dilakukan bersama.167 Setelah bersulang, santap makanan dan obrolan dimulai, dan berpindah antar-meja untuk saling menyapa sangat diharapkan alih-alih dinilai tidak sopan.16
Menuangkan minuman mengikuti tradisi yang disebut oshaku: pegang botol atau teko minuman dengan kedua belah tangan dengan posisi label merek menghadap ke arah penerima. Penerima memegang gelasnya dengan kedua tangan, dan rekan junior lazimnya menjaga gelas rekan senior agar selalu terisi.46 Saat mendentingkan gelas dengan atasan, tahan posisi bibir gelas Anda sedikit lebih rendah sebagai bentuk rasa hormat.1
Susunan tempat duduk juga mencerminkan hierarki. Tempat duduk yang paling jauh dari pintu masuk adalah kursi kehormatan (kamiza), yang diperuntukkan bagi pimpinan senior atau tamu utama, sedangkan rekan junior atau panitia duduk di dekat pintu masuk (shimoza).8 Jika seseorang mengarahkan Anda ke kursi tertentu, ikutilah petunjuk mereka.8 Acara ditutup dengan kata penutup dari perwakilan yang ditunjuk, dan meninggalkan ruangan sebelum penutupan berlangsung dinilai kurang sopan.81
Jika terpaksa harus pulang lebih awal, beri tahu panitia atau atasan langsung Anda sebelumnya dan pamitlah dengan sopan menggunakan ungkapan お先に失礼します (osaki ni shitsurei shimasu, "mohon maaf saya izin pamit lebih dulu").81 Mengucapkan terima kasih secara singkat kepada panitia atau atasan senior keesokan paginya di kantor akan meninggalkan kesan positif yang mendalam.1
Realitas pasca-2020
Pesta akhir tahun dan tahun baru perusahaan kini tidak lagi bersifat wajib dan tidak lagi universal seperti pada masa lalu. Penyelenggaraan pesta oleh perusahaan anjlok dari 78,4% sebelum era COVID menjadi hanya 5,6% pada tahun 2020, pulih melampaui 50% pada tahun 2023, lalu tertahan di angka 59,6% pada tahun 2024 (merujuk survei Tokyo Shoko Research 2024; konfirmasikan angka terkini dengan Tokyo Shoko Research).4 Survei proyeksi Oktober 2025 mencatat rencana pelaksanaan sebesar 57,8% dari 6.225 perusahaan (per 1 November 2025).9
Perusahaan yang tetap menyelenggarakan beralasan demi menjaga keakraban karyawan sebesar 86,7% sebagai alasan teratas (per 1 November 2025).9 Perusahaan yang menghentikannya menyebut rendahnya permintaan karyawan sebesar 67,3%, keengganan karyawan hadir sebesar 41,3%, dan efisiensi pemotongan biaya sebesar 21,7%, pertama kalinya faktor pemotongan biaya menembus 20% (per 1 November 2025).9
Antusiasme karyawan menunjukkan gambaran yang terbelah. Dalam survei lembaga riset kuliner Hot Pepper terhadap 1.035 orang berusia 20-an hingga 60-an tahun, hanya 12,2% yang benar-benar ingin hadir dan 24,7% agak ingin hadir, dengan total gabungan 36,9% (per periode survei Oktober–November 2025; konfirmasikan angka terkini dengan Hot Pepper gourmet dining research institute).10 Keinginan hadir lebih tinggi pada usia muda: 43,0% pekerja usia 30-an dan 41,8% usia 20-an menyatakan ingin atau agak ingin hadir, sedangkan hampir 70% pekerja usia 50-an dan 60-an menjawab tidak ingin atau agak tidak ingin hadir (per periode Oktober–November 2025).10
Survei pekerja paralel lainnya menemukan bahwa 68,8% karyawan usia 20-an ingin menghadiri pesta akhir tahun, berbanding 51,9% pada usia 40-an dan 40,3% pada usia 50-an (per survei Job Soken 2024 terhadap 440 pekerja; konfirmasikan angka terkini dengan Job Soken).4 Survei sebelumnya menemukan bahwa 46% pekerja usia 20-an dan 44% usia 30-an menyukai pesta minum kantor, berbanding 37,6% dan 27,6% untuk pekerja usia 40-an dan 50-an (per survei Daikokuya 2023).4
Format acara juga kian bergeser. Waktu yang paling disukai adalah mulai pukul 18.00–19.00 dan berakhir sekitar pukul 21.00 sebesar 61,5%, sementara format makan siang pukul 12.00–13.00 sebesar 11,5% kini melampaui preferensi pesta malam hingga larut yang hanya 7,9% (per survei Oktober–November 2025).10 Format siang hari dinilai tidak terlalu mengganggu waktu pribadi karyawan dan memperkecil risiko pelecehan.10
Rangkuman direktur lembaga riset Hot Pepper menegaskan bahwa pesta kantor telah bergeser dari kewajiban menjadi sebuah pilihan pasca-COVID.10
Faktor pendorong struktural berlangsung lebih dalam daripada sekadar jeda pandemi. Berbagai rujukan mencatat diversifikasi gaya kerja dengan pemisahan tegas antara ranah kerja dan pribadi, penurunan konsumsi alkohol di kalangan generasi muda (konsumsi per kapita 75,4 liter pada tahun fiskal 2022, turun 25% dalam 30 tahun, merujuk data Badan Pajak Nasional tahun fiskal 2022), serta kenaikan biaya hidup sejak tahun 2024.4 Sinyal sebaliknya mencatat bahwa sekitar 60% perusahaan masih mengeluhkan kendala komunikasi internal dan menempatkan subsidi makan dan minum bersama sebagai solusi utama, kendati deskripsi sampel survei tersebut cukup terbatas.4
Strategi bagi warga asing: Berpartisipasi secara selektif
Kehadiran fisik jauh lebih penting daripada meminum alkohol. Pesanlah minuman non-alkohol sejak putaran pertama, ikutilah kanpai bersama rekan lainnya, tuangkan minuman untuk rekan kerja, dan terlibatlah dalam perbincangan hangat: para praktisi menegaskan bahwa ini sudah dihitung sebagai partisipasi penuh.1 Atur tempo Anda dengan membiarkan gelas terisi setengah penuh untuk memberi isyarat bahwa Anda belum memerlukan isi ulang.1
Pilihlah acara berdasarkan skala kepentingan. Bonenkai di tingkat tim kerja langsung bernilai paling tinggi karena kehadiran Anda paling diperhatikan di sana. Pesta akbar berskala seluruh perusahaan memiliki prioritas lebih rendah dan lebih aman untuk dilewatkan.
Bila Anda berposisi lebih senior dari karyawan yang baru masuk, hadirilah acara kangeikai mereka: kehadiran Anda menunjukkan penerimaan dan kehangatan tim.
Tolaklah pertemuan rutin dengan sopan menggunakan alasan yang masuk akal seperti sudah ada janji lain sebelumnya, urusan keluarga, atau harus bangun pagi keesokan harinya, dan batasi penolakan sesekali saja pada bulan-bulan pertama saat relasi sedang dibangun.1 Jagalah obrolan tetap ringan, seputar hobi, traveling, atau kuliner lezat. Hindari komentar tajam seputar politik kantor atau keluhan terhadap manajemen perusahaan, yang bisa ditanggapi serius meskipun diucapkan dalam suasana santai.1
Tradisi bonenkai membingkai malam acara sebagai suasana 無礼講 (bureiko, "menanggalkan sekat hierarki untuk semalam"), yang memberi izin untuk berbicara lebih jujur tentang pekerjaan daripada saat rapat resmi.56 Sikapilah ini sebagai keleluasaan untuk jujur mengenai proses kerja, bukan untuk bersikap tidak sopan kepada orang lain, dan pahamilah bahwa hierarki normal akan kembali berlaku keesokan paginya.
Hal yang perlu diketahui
Menolak ajakan tanpa merusak hubungan
Memilih untuk tidak hadir tanpa menanggung risiko hubungan kerja kini telah menjadi norma baru untuk acara rutin, dan memaksa kehadiran seseorang dipandang luas sebagai bentuk pelecehan.14 Pengecualian utamanya adalah acara kangeikai untuk diri Anda sendiri, di mana ketidakhadiran akan dinilai sangat tidak sopan.1 Pesta lanjutan nijikai selalu dapat dilewatkan dengan alasan pamit yang sopan dan singkat, tanpa memerlukan penjelasan panjang lebar yang berbelit-belit.1
Tekanan minum dan jalur bagi yang tidak minum alkohol
Hampir 80% pekerja memandang pemaksaan kehadiran atau mencela orang yang tidak minum sebagai bentuk pelecehan (merujuk survei Persol Research Institute tahun 2023; konfirmasikan perincian angka terkini dengan Persol Research Institute).4 Panduan praktisi melaporkan angka mendekati 80% yang sama bagi audiens pembacanya (per 4 Maret 2026).1 Sekitar separuh responden memandang memesankan bir untuk orang lain tanpa bertanya terlebih dahulu sebagai bentuk pelecehan (per publikasi ulang 20 Juni 2025).4
Kehadiran rutin juga menyangkut pos anggaran pengeluaran. Menghadiri 17 kali acara setahun dengan biaya rata-rata sekitar 4.237 yen per acara menghabiskan sekitar 6.002 yen per bulan, jadi pertimbangkan jadwal acara dengan kondisi keuangan Anda (merujuk survei Daikokuya 2023).4 Sikap praktis bagi yang tidak minum alkohol telah seragam di berbagai sumber: pesanlah minuman non-alkohol sejak awal, selingi dengan air mineral jika Anda minum, dan tolaklah tawaran isi ulang secara tegas namun santun.1
Peran sebagai panitia (Kanji) mungkin ditugaskan kepada Anda
Tugas panitia pelaksana 幹事 (kanji, "koordinator/panitia acara") mencakup pemesanan tempat di tengah padatnya bulan Desember, pendataan peserta, penarikan uang iuran, pengaturan tempat duduk, dan pelunasan tagihan.26 Tanggung jawab ini kerap diberikan kepada karyawan muda atau rekan yang baru bergabung.26
Tugas ini memang di luar deskripsi pekerjaan utama Anda, namun sangat terlihat oleh semua orang, dan menjalankannya dengan baik dipandang sebagai peluang emas untuk membangun reputasi positif di hadapan para atasan.6 Jika peran ini ditugaskan kepada Anda, pesanlah tempat sedini mungkin: sejak pertengahan Desember ke atas, mendapatkan reservasi tempat akan semakin sulit.6
Lihat juga
- Meninggalkan Jepang: Menjalani pelepasan emosional secara sehat
- Integrasi jangka panjang di Jepang: Kesabaran dan titik pencapaian 5 tahun
- Membangun jaringan jangka panjang yang berkelanjutan
- Tsukimi, akhir tahun, dan Omisoka