Lewati ke konten utama

Diriset dan diperiksa faktanya melalui proses editorial J-Compass; tim editorial kami meninjau sumber dan akurasi sebelum diterbitkan. Lihat metodologi kami →
Terjemahan ini disediakan sebagai referensi untuk kemudahan Anda. Versi bahasa Inggris adalah versi yang berlaku. Baca versi asli bahasa Inggris →

Oshogatsu (Januari): penopang awal tahun

Oshogatsu di Jepang berpusat pada tiga hari pertama bulan Januari, saat keluarga berkumpul, sebagian besar tempat usaha tutup, dan masyarakat menjalankan serangkaian tradisi kuliner serta kunjungan silaturahmi yang telah diwariskan turun-temurun.12 Bagi warga yang menetap di Jepang, pekan ini menuntut sedikit persiapan awal: banyak pertokoan tutup, undangan silaturahmi berdatangan, dan tradisi itu sendiri sebenarnya sangat mudah diikuti begitu Anda memahami tata caranya.

Konfirmasikan rincian terkini dengan sumber resmi

Prosedur, biaya, dan persyaratan dapat berubah sewaktu-waktu. Konfirmasikan rincian terkini di situs web resmi Japan Post serta laman pertokoan atau fasilitas umum yang tercantum dalam referensi.

Gambaran umum​

Momen perayaan ini disebut お正月 (oshōgatsu, "Tahun Baru"), bentuk kehormatan dari shōgatsu, dan secara luas dipandang sebagai hari raya paling penting di Jepang.1 Inti resminya berlangsung pada 1 hingga 3 Januari yang dikenal sebagai 三が日 (sanganichi, "tiga hari pertama bulan Januari"), sementara suasana perayaannya dalam praktiknya terentang mulai akhir Desember hingga sekitar 7 Januari, atau 15 Januari di beberapa daerah.34

Jepang secara resmi merayakan Tahun Baru pada tanggal 1 Januari menurut kalender Gregorian (Masehi) sejak tahun 1873; sebelumnya, perayaan mengikuti penanggalan lunisolar (kalender imlek kuno).2 Berbagai tradisi di bawah ini merupakan bagian dari inti perayaan 1 hingga 3 Januari. Tradisi pada tanggal 31 Desember seperti santap mie soba pergantian tahun dan dentang genta kuil tengah malam berada di luar fokus bahasan artikel ini dan hanya disinggung sekilas bila relevan.

Libur resmi 1 hingga 3 Januari: layanan yang tutup dan yang tetap buka​

Instansi pemerintah dan banyak perusahaan meliburkan kegiatan kantor mulai 29 Desember hingga 3 Januari.3 Hanya Hari Tahun Baru itu sendiri, 元日 (ganjitsu, "Hari Tahun Baru, 1 Januari"), yang secara hukum berstatus hari libur nasional; sisa hari libur lainnya merupakan tradisi sosial dan praktik administratif instansi, bukan hari libur yang ditetapkan undang-undang.32

Minimarket (konbini) dan beberapa restoran tetap buka bahkan pada Hari Tahun Baru (per Januari 2026; periksa jam buka terkini pada masing-masing jaringan gerai).3 Sebagian besar supermarket dan toserba (department store) mulai buka kembali sejak 2 Januari (per September 2026).34 Banyak supermarket tutup pada 1 Januari dan memberlakukan jam buka terbatas pada 2 dan 3 Januari, sedangkan toserba biasanya tutup pada 1 Januari lalu buka kembali pada 2 Januari untuk menggelar penjualan obral awal tahun (per September 2026).4

Kantor bank, kantor pos, museum, dan galeri seni umumnya tutup mulai 29 Desember hingga 3 Januari, dan klinik dokter umum kemungkinan besar tutup sementara rumah sakit dengan instalasi gawat darurat tetap melayani pasien (per September 2026).4 Tempat wisata utama tetap buka dengan penyesuaian jam operasional, sedangkan kuil Shinto dan kuil Buddha beroperasi penuh menyambut arus puncak peziarah (per September 2026).314

Manfaatkan minimarket konbini saat tanggal 1 Januari

7-Eleven, FamilyMart, dan Lawson beroperasi normal selama periode liburan dan menyediakan makanan siap saji hangat serta kebutuhan harian, menjadikannya andalan utama saat supermarket tutup.4 Pastikan memeriksa papan pengumuman jam operasional di toko sekitar tempat tinggal Anda alih-alih menganggap seluruh gerai memiliki jadwal identik.

Rencana praktis menghadapi pekan ini dapat digambarkan dengan sederhana sebagai berikut.

O-soji: tradisi bebersih akhir tahun​

Keluarga di Jepang terbiasa membersihkan rumah secara menyeluruh pada bulan Desember sebagai persiapan menyambut Tahun Baru.3 Bebersih total ini disebut 大掃除 (ōsōji, "bebersih besar-besaran akhir tahun").4

O-soji mengandung makna spiritual yang melampaui sekadar menjaga kerapian fisik. Anggota keluarga menyucikan ruang hunian dari kotoran dan energi negatif tahun yang lalu demi menyambut kedatangan 年神 (toshigami, "dewa pembawa berkah tahun baru").4 O-soji tradisional menjangkau setiap sudut rumah, termasuk mencuci tirai jendela, menyortir barang yang tidak terpakai, serta membersihkan altar keluarga jika memilikinya.4

Dunia kerja pun turut melaksanakannya. Banyak tempat kerja menyelenggarakan o-soji bersama pada hari-hari kerja terakhir menjelang libur tutup tahun, sehingga warga yang bekerja di kantor umumnya menjumpai tradisi ini di kantor maupun di rumah mereka sendiri.4

Osechi-ryori: hidangan khas Tahun Baru​

Waktu bersantap Tahun Baru dipusatkan pada お節料理 (osechi-ryōri, "masakan perayaan Tahun Baru"), aneka ragam masakan istimewa yang sarat dengan lambang keberuntungan, umur panjang, kemakmuran, dan kesehatan.3 Istilah ini berakar dari tradisi istana kekaisaran berupa hidangan perayaan musiman, di mana perayaan pergantian tahun menjadi yang paling istimewa.3

Osechi secara turun-temurun disajikan di dalam 重箱 (jūbako, "kotak pernis bersusun untuk makanan Tahun Baru").3 Masakan diolah dari bahan-bahan yang tahan lama, dimasak sebelum pergantian tahun, dan disantap secara bertahap selama tiga hari pertama. Tradisi ini bertujuan menghormati kedatangan sang dewa pelindung sekaligus membebaskan anggota keluarga dari kesibukan memasak di dapur, sehingga seluruh menu dirancang agar tetap lezat meski dinikmati dalam keadaan dingin.3

Menu khas meliputi kacang kedelai hitam manis rebus (kuromame), pure ubi jalar dengan manisan kastanye (kurikinton), telur ikan haring (kazunoko), dan aneka olahan hasil laut, yang masing-masing menyimpan filosofi doa keberkahan tersendiri.1 Banyak rumah tangga masa kini membeli lauk satuan di supermarket atau memesan satu set paket lengkap dari toserba dan toko daring, termasuk edisi khusus resep koki ternama. Menu variasi Barat, hidangan Tionghoa, hidangan Korea, dan kuliner mancanegara lainnya kini juga semakin lazim dinikmati.3

JenisBiayaPerCatatan
Set osechi sederhana minimarketsekitar JPY 1.500Sep 20264Rentang harga ulasan publikasi, berbeda di tiap gerai
Set osechi restoran premiumJPY 50.000 atau lebihSep 20264Perlu dipesan berminggu-minggu sebelumnya; cepat habis

Paket osechi yang dibeli di pasaran berkisar mulai dari sekitar 1.500 JPY untuk versi sederhana di minimarket hingga 50.000 JPY atau lebih untuk set restoran mewah (per September 2026; konfirmasikan harga terkini dengan pihak penjual).4

Ozoni: sup kue beras mochi​

Meja makan Tahun Baru belum lengkap tanpa hadirnya zoni, yakni hidangan sup gurih yang berisi kue beras mochi dan aneka sayuran.3 Masakan ini disebut お雑煮 (ozōni, "sup kue beras Tahun Baru").1

Bahan isian dan racikan kuah sangat bervariasi bergantung pada daerah dan kebiasaan keluarga, mulai dari kuah kaldu bening dashi hingga kuah pasta miso, ditambah daging, ikan, sayuran hijau, dan umbi-umbian.31 Pola umum yang sering digambarkan adalah kuah berbasis miso di wilayah Jepang bagian barat dan kuah kaldu bening di wilayah Jepang bagian timur, namun variasi resep tiap keluarga merupakan faktor pembeda yang paling nyata (per Januari 2026).5 Ozoni disantap pada pagi Hari Tahun Baru dan dipercaya memberi kekuatan serta keselamatan sepanjang tahun yang baru (per Januari 2026).5

Otoshidama: hadiah uang Tahun Baru untuk anak-anak​

Pada Hari Tahun Baru, orang dewasa memberikan hadiah uang kepada anak-anak di lingkungan keluarga mereka.12 Hadiah ini disebut お年玉 (otoshidama, "hadiah uang tunai Tahun Baru untuk anak-anak") dan diserahkan dalam amplop kecil bergambar lucu yang disebut ぽち袋 (pochibukuro, "amplop kertas kecil berhias").12

Besaran nominal menyesuaikan dengan usia anak serta tingkat kedekatan hubungan keluarga dengan si anak (per September 2026; pastikan kebiasaan yang berlaku dengan keluarga bersangkutan).45 Bila terdapat lebih dari satu anak dalam kelompok usia yang sama, jumlahnya biasanya disamakan agar tidak ada anak yang merasa dibedakan.2

PenerimaJumlah per anakPerCatatan
Anak usia dinisekitar JPY 1.000Sep 202645Terkonfirmasi lintas dua publikasi
Anak yang lebih besar dan remajahingga JPY 10.000Sep 202645Meningkat seiring usia dan derajat kekerabatan
Total per anak dari semua kerabatsekitar JPY 30.000–50.000Sep 20264Data publikasi tunggal; gunakan sebagai gambaran umum

Amplop pochibukuro dapat dibeli dengan mudah di minimarket, toko alat tulis, dan toko serba 100 yen (daiso dsb.) mulai akhir Desember ke atas (per September 2026).4

Kumpul keluarga dan pagi penyambutan nengajo​

Shogatsu adalah momen sakral ketika keluarga besar berkumpul bersama, menjadi salah satu dari sedikit waktu dalam setahun ketika hampir seluruh masyarakat menikmati masa libur secara bersamaan.1 Pertemuan keluarga itu sendiri merupakan puncak perayaannya; hidangan istimewa dan kunjungan ziarah yang dibahas dalam panduan ini bermuara pada tujuan kebersamaan tersebut.

Pagi hari pergantian tahun ditandai dengan hadirnya tumpukan kartu pos. Kartu pos ucapan 年賀状 (nengajō) dikirimkan kepada teman, sanak keluarga, kolega, dan relasi kerja, sering kali dihiasi ilustrasi shio zodiak tahun bersangkutan, dan dirancang untuk diantarkan tepat pada 1 Januari.12 Periode pertengahan Desember hingga libur Tahun Baru merupakan musim kerja paling sibuk bagi seluruh kantor pos di Jepang.1

Japan Post mulai membuka penerimaan kartu pos nengajo bertanggal 2026 pada 15 Desember 2025 dan mengimbau masyarakat untuk mengirimkannya paling lambat 25 Desember 2025 demi pengantaran tepat waktu pada 1 Januari (per Desember 2025; konfirmasikan batas waktu terkini dengan Japan Post).6

Jangan mengirimkan nengajo ke keluarga yang sedang berduka

Masyarakat Jepang memiliki etika pantang mengirimkan kartu ucapan nengajo kepada keluarga yang mengalami duka kematian anggota keluarga intinya sepanjang tahun tersebut.2 Rumah tangga yang berduka akan mengabarkannya lebih awal lewat 喪中葉書 (mochū hagaki, "kartu pemberitahuan masa berkabung"), dan penerima kartu duka tersebut wajib menahan diri untuk tidak mengirimkan kartu ucapan sebagai wujud rasa hormat dan belasungkawa.2

Hatsumode pada pekan pertama: rujukan ringkas​

初詣 (hatsumōde, "kunjungan pertama ke kuil Shinto atau Buddha pada tahun baru") adalah salah satu tradisi terpenting selama tiga hari pertama Shogatsu.3 Seluruh panduan lengkap mengenai pelaksanaannya, termasuk tahapan tata krama, pola kepadatan pengunjung, serta mekanisme jimat dan kertas ramalan nasib, dibahas tuntas dalam artikel terpisah mengenai hatsumode. Panduan ini memposisikan kunjungan kuil sebatas pengingat agenda kalender: ziarah ini dilakukan pada pekan pertama, dan panduan hatsumode memandu langkah praktisnya secara terperinci.

Butsudan: doa di depan altar keluarga​

Sebagian keluarga memiliki 仏壇 (butsudan, "altar keluarga Buddhis") di rumah mereka dan menyertakan pembersihannya dalam agenda o-soji akhir tahun.4 Bagi keluarga tersebut, memanjatkan doa dan meletakkan sesaji di depan altar merupakan bagian penting dari perayaan Tahun Baru melengkapi tradisi umum di atas. Keluarga yang tidak memiliki altar di rumahnya tentu melewati bagian ini; hal ini bukanlah keharusan umum bagi semua orang.

Pengalaman penduduk: berparticipasi tanpa ikatan keluarga lokal​

Liburan ini sangat berorientasi pada keluarga inti, dan penduduk warga negara asing yang memiliki keluarga di Jepang biasanya membaur langsung ke dalam tradisi keluarga pasangannya. Bagi warga asing yang tidak memiliki ikatan keluarga di Jepang, mereka kerap diundang bergabung dalam perayaan keluarga teman atau rekan kerja, atau memilih memanfaatkan waktu libur untuk berwisata santai dan beristirahat di kediaman sendiri.

Ziarah hatsumode adalah sarana partisipasi budaya yang paling mudah diakses, karena kunjungan kuil awal tahun terbuka untuk siapa pun tanpa memandang kewarganegaraan ataupun latar belakang agama (per September 2026).4 Menikmati kelezatan osechi dari lantai kuliner toserba (depachika) atau berburu barang obral awal tahun pada 2 Januari pun sama sekali tidak membutuhkan keharusan ikatan keluarga.34

Kunci kenyamanan selama masa libur ini terletak pada persiapan logistik praktis. Belanjalah bahan makanan segar, obat-obatan pribadi, dan barang kebutuhan pokok sebelum 31 Desember, sediakan uang tunai yang cukup di dompet, dan pesanlah tiket transportasi antarkota berminggu-minggu sebelumnya untuk jadwal keberangkatan 28 hingga 31 Desember serta kepulangan 2 hingga 4 Januari (per September 2026; pastikan jadwal terkini dengan operator bersangkutan).4 Kebutuhan tak terduga selanjutnya dapat ditangani dengan mudah di minimarket (konbini) terdekat.4

Hal yang perlu diketahui​

Mochi memiliki risiko tersedak yang nyata​

Kue beras ketan mochi menyebabkan insiden fatal dan perawatan darurat di rumah sakit pada setiap perayaan Tahun Baru, yang mayoritas korbannya adalah lansia. Pada tiga hari pertama tahun 2026, tujuh warga berusia 80 hingga 96 tahun dilarikan ke rumah sakit di Tokyo akibat tersedak mochi, dan seorang wanita berusia 80-an tahun dilaporkan meninggal dunia (per Januari 2026; konfirmasikan panduan keselamatan resmi dari Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo).7 Sepanjang kurun waktu lima tahun sebelumnya, tercatat 338 orang dirawat di rumah sakit karena tersedak mochi atau makanan serupa, dengan lebih dari 90 persen di antaranya berusia 65 tahun ke atas dan lebih dari separuh kasus terjadi pada bulan Desember dan Januari (per Januari 2026).7

Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo mengimbau masyarakat untuk memotong mochi menjadi potongan-potongan kecil, mengunyahnya dengan lumat sebelum menelan, membasahi tenggorokan dengan teh hangat atau kuah sup terlebih dahulu, serta selalu mendampingi anggota keluarga lansia dan balita saat menikmati mochi.78

Tradisi 31 Desember tidak diulas di sini​

Tradisi menyantap mie soba pada malam omisoka (malam pergantian tahun) dan dentang genta kuil Buddha sebanyak 108 kali pada tengah malam sebagai simbol pembersihan 108 hawa nafsu duniawi.2 Seluruh tradisi malam tanggal 31 Desember tersebut, termasuk mie soba penyeberang tahun dan upacara dentang lonceng, diulas secara khusus dalam panduan akhir tahun terpisah. Panduan ini memfokuskan pembahasannya mulai tanggal 1 Januari.

Anggaran otoshidama membengkak seiring banyaknya kerabat​

Pemberian uang per anak tampak terjangkau sampai Anda mulai mengalikannya dengan seluruh anak dari saudara kandung, sepupu, dan sahabat dekat. Kisaran hadiah per anak sebesar 1.000 hingga 10.000 JPY dengan total penerimaan anak mencapai 30.000 hingga 50.000 JPY dari seluruh kerabat berarti seorang pemberi hadiah dengan beberapa keluarga kerabat dapat mengeluarkan dana keseluruhan yang cukup besar (per September 2026).4 Data total penerimaan ini berasal dari satu sumber publikasi, sehingga gunakan sebagai gambaran perkiraan saja alih-alih angka mutlak.

Kepadatan kuil mencapai puncak pada tiga hari pertama​

Kuil Shinto dan Buddha besar mengalami lonjakan pengunjung tertinggi selama tiga hari pertama Januari, sementara hari-hari berikutnya pada pekan pertama berjalan jauh lebih lengang. Kunjungan hatsumode memang terkonsentrasi pada tiga hari pertama tersebut, sebagaimana pola kepadatan yang terdokumentasi rapi.3 Rincian angka kerumunan, tahapan etika berdoa, dan mekanisme jimat diulas secara lengkap dalam panduan khusus hatsumode.

Lihat juga​

References​

Footnotes​

  1. LIVE JAPAN. "Shogatsu Explained: How Japan Welcomes the New Year." Last updated 2025-12-15. https://livejapan.com/en/article-a0000767/ ↩ ↩2 ↩3 ↩4 ↩5 ↩6 ↩7 ↩8 ↩9 ↩10 ↩11

  2. Wikipedia contributors. "Japanese New Year." https://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_New_Year ↩ ↩2 ↩3 ↩4 ↩5 ↩6 ↩7 ↩8 ↩9 ↩10

  3. Nippon.com. "Shogatsu: Japanese New Year." Published 2026-01-02. https://www.nippon.com/en/features/jg00070/ ↩ ↩2 ↩3 ↩4 ↩5 ↩6 ↩7 ↩8 ↩9 ↩10 ↩11 ↩12 ↩13 ↩14 ↩15 ↩16 ↩17

  4. Japan Living Life. Bui Le Quan (byline). "Japanese New Year Traditions and Customs Explained." Published 2026-03-04, updated 2026-09-07. https://japanlivinglife.com/articles/japanese-new-year-traditions-explained ↩ ↩2 ↩3 ↩4 ↩5 ↩6 ↩7 ↩8 ↩9 ↩10 ↩11 ↩12 ↩13 ↩14 ↩15 ↩16 ↩17 ↩18 ↩19 ↩20 ↩21 ↩22 ↩23 ↩24

  5. Kaiwa Team. "Japanese New Year Traditions and Phrases to Know." Published 2026-01-02. https://trykaiwa.com/blog/japanese-new-year-traditions ↩ ↩2 ↩3 ↩4 ↩5

  6. Japan Post (日本郵便). "年賀状の引受は何日からですか?" FAQ. https://www.post.japanpost.jp/question/140.html ↩

  7. CBS News. Stephen Smith (managing editor, byline). "Woman chokes to death on mochi rice cake as fatal New Year's trend continues in Japan." Published 2026-01-05. https://www.cbsnews.com/news/mochi-death-hospitalizations-japan-2026/ (reports Tokyo Fire Department figures) ↩ ↩2 ↩3

  8. The Asahi Shimbun (AJW). "1 dies, 5 listed in serious condition after choking on 'mochi' in Tokyo." https://www.asahi.com/ajw/articles/14807334 (reports Tokyo Fire Department figures) ↩