Diriset dan diperiksa faktanya melalui proses editorial J-Compass; tim editorial kami meninjau sumber dan akurasi sebelum diterbitkan. Lihat metodologi kami →
Terjemahan ini disediakan sebagai referensi untuk kemudahan Anda. Versi bahasa Inggris adalah versi yang berlaku. Baca versi asli bahasa Inggris →
Obon dan musim festival musim panas
Obon di Jepang adalah musim panas ketika keluarga berkumpul untuk menghormati arwah para leluhur, sementara lingkungan sekitar dipenuhi tarian rakyat, lampion, dan kemeriahan matsuri. Tradisi ini berjalan dalam dua nuansa sekaligus: ritual keluarga yang hening di makam serta altar rumah, dan perayaan publik yang semarak di festival kuil serta pertunjukan kembang api.12
Jadwal festival, waktu operasional transportasi, dan hari libur tempat usaha dapat berubah sewaktu-waktu. Konfirmasikan rincian terkini melalui pihak penyelenggara atau situs web resmi acara yang hendak Anda hadiri.
Gambaran umum
Obon (お盆) adalah tradisi musim panas berakar ajaran Buddha saat arwah leluhur diyakini kembali ke rumah keluarga selama beberapa hari pada pertengahan Agustus.13 Seluruh anggota keluarga berkumpul di rumah utama, membersihkan serta menziarahi makam, menyajikan sesaji di altar rumah, dan menyalakan api penyambutan serta pengantaran.45
Pada minggu-minggu yang sama berlangsung pula musim matsuri musim panas: festival kuil Shinto lokal yang diramaikan dengan arak-arakan kuil portabel, deretan kios jajanan, permainan anak-anak, pakaian yukata, serta pesta kembang api sepanjang Juli hingga Agustus.2 Keduanya berlangsung pada musim yang sama tetapi memiliki esensi berbeda, yang satu ditujukan untuk menghormati leluhur dan yang lainnya untuk merayakan kebersamaan warga setempat.62
Panduan ini mengulas kedua sisi tradisi tersebut dari sudut pandang warga yang menetap di Jepang, bukan sekadar rencana perjalanan wisata. Tanggal perayaan berbeda menurut wilayah dan jadwal libur bervariasi bergantung pada tempat kerja, sehingga penting untuk memeriksa ketentuan setempat di tempat tinggal Anda.
Mengenal Obon dan waktu pelaksanaannya
Akar ajaran Buddha dan keyakinan kepulangan arwah leluhur
Obon memadukan kepercayaan kuno masyarakat Jepang tentang arwah leluhur dengan praktik ajaran Buddha dalam menghormati orang yang telah wafat, sebuah ritual sinkretisme yang telah dirayakan selama lebih dari 500 tahun.6 Nama resminya adalah 盂蘭盆会 (Urabon-e, "upacara Ullambana"), yang diwarisi dari tradisi Yulanpen di Tiongkok.64
Kisah awalnya bermula dari Mokuren (Maudgalyayana), seorang murid utama Sang Buddha yang berhasil membebaskan arwah ibunya dari penderitaan melalui persembahan kepada para biksu, lalu menari penuh sukacita atas keselamatan sang ibu. Tarian penuh kebahagiaan itulah yang diriwayatkan menjadi cikal bakal tradisi Bon Odori.16
Obon Agustus, Obon Juli, dan Obon kalender lunar
Sebagian besar wilayah Jepang merayakan Obon pada tanggal 13 hingga 16 Agustus, tradisi yang dikenal dengan sebutan Hachigatsu Bon.14 Jika Anda tinggal di luar kantong wilayah tertentu yang merayakannya pada bulan Juli, inilah periode Obon yang dimaksud oleh para tetangga, rekan kantor, dan jadwal festival setempat.
Beberapa daerah menyelenggarakannya pada tanggal 13 hingga 16 Juli. Pola Shichigatsu Bon ("Tokyo Obon") ini dijalankan di sebagian wilayah Tokyo, kawasan perkotaan tertentu di Tohoku dan Hokuriku, serta sebagian wilayah Ishikawa dan Shizuoka.64 Sementara itu, Okinawa dan Kepulauan Amami berpegang pada penanggalan lunar kuno, yang biasanya jatuh pada akhir Agustus atau awal September dalam kalender Masehi.64
Ketika Jepang beralih ke kalender Gregorian (Masehi) pada zaman Meiji, banyak daerah menggeser perayaan Obon satu bulan lebih lambat karena pertengahan Juli pada kalender baru bersamaan dengan puncak musim sibuk pertanian. Daerah yang langsung menyesuaikan penanggalan lama ke bulan Juli tetap mempertahankan tradisi perayaan di bulan Juli.64
Apakah Obon merupakan hari libur nasional
Obon bukan merupakan hari libur resmi nasional menurut hukum Jepang.13 Karena tidak ada undang-undang khusus yang menetapkannya, libur operasional perkantoran tidak terjadi secara otomatis.
Dalam praktiknya, mayoritas perusahaan menjadwalkan masa libur khusus pertengahan Agustus, umumnya berkisar antara tiga hari hingga satu minggu di sekitar Obon (per 2026; konfirmasikan kebijakan terkini dengan tempat kerja Anda).4 Di sisi lain, kantor bank dan kantor pos tetap beroperasi normal seperti biasa sepanjang periode tersebut.4
Tradisi penghormatan leluhur
O-haka-mairi: membersihkan makam dan memberikan persembahan
お墓参り (o-haka-mairi, "ziarah makam") merupakan inti dari perayaan Obon bagi sebagian besar keluarga. Sanak saudara berkumpul di pemakaman keluarga, menyikat dan mencuci batu nisan, meletakkan bunga segar, menyalakan dupa (senko), serta menyiramkan air bersih.45
Ziarah biasanya dipusatkan pada tanggal 14 dan 15 Agustus, yaitu hari-hari pertengahan ketika arwah leluhur diyakini sedang berada di rumah.45 Banyak keluarga merangkaikan ziarah ini dengan acara makan bersama sesudahnya, dalam suasana reuni keluarga yang hangat dan tenang, bukan upacara yang kaku atau muram.4
Altar keluarga dan sesaji penyambutan
Menjelang Obon tiba, anggota keluarga membersihkan 仏壇 (butsudan, "altar keluarga Buddhis") dan memasang 盆棚 (bon-dana, "rak sesaji Obon", dikenal pula sebagai shoryo-dana) di depannya. Di atas rak ini diletakkan papan memorial leluhur (ihai), hasil bumi musiman, serta makanan kesukaan mendiang sewaktu hidup.5 Persembahan diperbarui setiap hari, sementara air dan teh diganti setiap pagi.5
Dua figur kecil dari sayuran diletakkan di atas rak sesaji. Kuda mentimun, 精霊馬 (shoryo-uma, "kuda arwah"), melambangkan sarana agar leluhur dapat pulang ke rumah secepatnya, sedangkan sapi terung, 牛馬 (ushi-uma, "sapi arwah"), melambangkan sarana agar mereka kembali ke alam baka dengan perlahan dan tenang.645 Lampion khusus bermotif 盆提灯 (bon-chochin, "lentera Obon") dinyalakan di samping pajangan sesaji sebagai pemandu jalan bagi arwah.5
Api penyambutan mukaebi dan api pengantar okuribi
Pada petang hari tanggal 13 Agustus, keluarga menyalakan 迎え火 (mukaebi, "api penyambutan") di pintu gerbang atau halaman rumah. Ikatan batang rami kering yang disebut ogara dibakar agar arwah leluhur dapat menemukan jalan menuju rumah melalui kepulan asapnya.45
Pada tanggal 16 Agustus, api yang sama dinyalakan kembali untuk tujuan pelepasan. 送り火 (okuribi, "api pengantar") berfungsi mengantarkan arwah leluhur kembali ke alamnya, menandai berakhirnya rangkaian empat hari tersebut.45 Warga yang tinggal di apartemen atau lokasi yang melarang pembakaran terbuka biasanya menggantinya dengan lentera elektrik atau lilin LED.5
| Hari | Nama | Rangkaian kegiatan |
|---|---|---|
| 13 Agu | Mukaebi, api penyambutan | Membakar ogara di gerbang; arwah leluhur tiba45 |
| 14-15 Agu | Hari pertengahan | Ziarah makam, sesaji di altar, makan bersama keluarga45 |
| 16 Agu | Okuribi, api pengantar | Membakar ogara kembali; arwah leluhur berangkat pulang45 |
Tabel di atas merangkum alur standar Obon bulan Agustus sebagaimana dipraktikkan secara umum; wilayah dengan tradisi Obon bulan Juli menjalankan rangkaian kegiatan serupa sebulan lebih awal.45
Hatsubon: perayaan Obon pertama setelah kematian kerabat
Perayaan Obon pertama setelah salah seorang anggota keluarga wafat disebut 初盆 (hatsubon, "Obon pertama", dilafalkan pula niibon atau shinbon) dan diperingati secara lebih khidmat daripada tahun biasa.57 Kerabat dan teman dekat diundang berkumpul, dan seorang biksu sering kali diminta memimpin doa peringatan khusus.57
Lentera polos berwarna putih, 白提灯 (shiro-chochin, "lentera putih"), dipasang di depan rumah agar arwah kerabat yang baru wafat tidak tersesat dalam kepulangan pertamanya. Lentera ini biasanya dibakar setelah seluruh periode Obon usai.57 Penetapan suatu tahun sebagai hatsubon bergantung pada apakah peringatan hari ke-49 kematian telah terlewati atau belum, serta berbeda menurut aliran sekte, sehingga keluarga yang menghadapi situasi ini disarankan bertanya langsung ke kuil keluarga (bodaiji) alih-alih menyimpulkannya sendiri.7
Bon odori dan toro nagashi
Tarian rakyat bon odori
盆踊り (bon odori, "tarian Bon") adalah tarian rakyat khas musim ini, yang memiliki akar sejarah hampir 600 tahun dari tarian pendarasan nenbutsu untuk mendoakan keselamatan arwah. Seiring berjalannya waktu, muatan keagamaannya bertransformasi menjadi hiburan kebersamaan warga di musim panas.64
Bentuk pementasannya sangat mudah dikenali. Para penari membentuk lingkaran mengelilingi panggung kayu tinggi yang disebut 櫓 (yagura, "menara"), bergerak serempak mengikuti irama tabuhan drum taiko dan lantunan lagu daerah.16 Tarian ini diadakan di taman kota, halaman kuil, dan alun-alun publik di seluruh penjuru negeri, dan siapa saja yang hadir boleh langsung bergabung.1
Gerakan tari memiliki variasi khas yang sangat beragam di setiap daerah. Awa Odori di Tokushima berupa tarian arak-arakan jalan raya yang telah berusia lebih dari 400 tahun, Gujo Odori di Gifu menyelenggarakan sesi menari semalam suntuk selama hari-hari Obon, dan Sapporo mengadakan Hokkai Bon Odori.16 Pementasan tari di lingkungan tempat tinggal Anda biasanya jauh lebih sederhana dibandingkan festival besar tersebut, justru agar siapa pun dapat dengan mudah ikut serta.
Langkah tarian bon odori di lingkungan permukiman mengulang pola pendek yang cukup sederhana untuk ditiru tanpa perlu latihan khusus. Berdirilah di luar lingkaran selama satu putaran lagu untuk mengamati gerakan tangan, lalu masuklah dari bagian belakang barisan; para peserta lama akan menyambutnya sebagai bentuk partisipasi yang baik.3
Lentera apung toro nagashi
灯籠流し (toro nagashi, "lentera terapung") menjadi penutup rangkaian Obon di berbagai daerah dengan melarungkan lentera-lentera kertas ke aliran sungai atau laut lepas. Setiap cahaya melambangkan pemulangan arwah leluhur kembali ke alam baka.14
Tidak semua daerah menyelenggarakan tradisi ini, jadi pastikan terlebih dahulu sebelum menjadwalkan agenda malam Anda. Acara yang terkenal antara lain 精霊流し (shoro nagashi, "pelepasan perahu arwah") di Nagasaki, ritual lentera di sungai-sungai Kyoto, dan pelarungan di sepanjang Sungai Sumida di Tokyo, di mana panitia biasanya menjual lentera kertas bagi pengunjung untuk ditulisi doa lalu diapungkan ke air.3
Gozan no Okuribi di Kyoto
Kyoto mengakhiri masa Obon dengan Gozan no Okuribi, yaitu lima kobaran api unggun raksasa di lereng bukit dalam berbagai bentuk simbolik. Yang paling terkenal adalah karakter kanji Daimonji ("besar"), disertai karakter Myoho di dua bukit terpisah, bentuk kapal, dan bentuk gerbang torii.14
Api dinyalakan berurutan mulai pukul 20.00 pada tanggal 16 Agustus dan berkobar sekitar setengah jam untuk setiap bukit, dapat disaksikan secara luas dari bantaran Sungai Kamo dan taman-taman di lereng perbukitan.13 Penyelenggaraan tahun 2026 mengikuti tata cara yang sama, dengan api pertama disulut tepat pukul 20.00 pada 16 Agustus (per 22 Juni 2026; konfirmasikan rincian terkini dengan penyelenggara acara di Kyoto).1
Liburan Obon: kisei, perjalanan mudik, dan hari libur kerja
Kisei: tradisi kepulangan ke kampung halaman
帰省 (kisei, "mudik ke kampung halaman") merupakan denyut sosial utama sepanjang pekan ini. Para pekerja memanfaatkan kereta, pesawat, dan mobil pribadi di jalan tol untuk kembali ke rumah keluarga, di mana orang tua, saudara kandung, dan kerabat berkumpul dalam satu atap.13
Momen berkumpul bersama inilah yang menjadi esensi utamanya. Keluarga menikmati hidangan bersama, berziarah ke makam keluarga, dan menghabiskan waktu tanpa terburu-buru bersama kerabat yang mungkin hanya mereka temui saat Obon dan Tahun Baru.4 Bagi warga negara asing yang melewati masa Obon bersama keluarga Jepang, perkumpulan keluarga ini merupakan kesempatan berharga untuk merasakan tradisi langsung dari dalam.4
Puncak arus perjalanan dan pemesanan tiket lebih awal
Pekan Obon tergolong sebagai salah satu periode mobilitas tersibuk di Jepang untuk kereta jarak jauh, penerbangan domestik, jalan tol, dan reservasi hotel.1 Puncak mobilitas tahun 2026 terentang kira-kira antara 8 hingga 16 Agustus, dengan arus keberangkatan mudik paling padat pada 8 Agustus serta 11 hingga 13 Agustus, dan puncak arus balik pada 15 hingga 16 Agustus (per 22 Juni 2026; periksa perkiraan kepadatan resmi dari operator kereta atau maskapai penerbangan sebelum memesan tiket).1
Pesanlah tiket Shinkansen dan kereta ekspres terbatas seawal mungkin begitu jendela pemesanan dibuka.1 Kondisi mobilitas berbanding terbalik antarwilayah: kota-kota megapolitan cenderung lengang dan tenang karena ditinggal warganya mudik, sedangkan stasiun kereta, destinasi wisata, dan area rekreasi keluarga menjadi jauh lebih padat dari biasanya.13
Bagan di atas merangkum siklus perjalanan umum selama masa Obon dalam satu alur terpadu.1 Susunlah rencana perjalanan Anda dengan menghindari dua puncak arus padat tersebut dan manfaatkan hari-hari pertengahan untuk berdiam di satu tempat.
Libur kerja kantor selama Obon
Hari libur tempat kerja yang lazim disebut お盆休み (obon-yasumi, "libur Obon") umumnya berlangsung selama tiga hari hingga satu pekan di sekitar pertengahan Agustus (per 2026).4 Anggap hal ini sebagai kebiasaan umum dunia usaha, bukan jaminan mutlak.
Pemberian libur ini tidak seuniversal libur Tahun Baru, dan beberapa perusahaan kini menetapkannya dalam bentuk cuti musim panas fleksibel yang bebas digunakan di luar pertengahan Agustus.4 Klinik dokter umum dan dokter gigi umumnya tutup sepanjang periode ini, sehingga daftar layanan darurat dinas kesehatan distrik setempat menjadi rujukan utama saat membutuhkan perawatan mendesak.3
Karena libur ini bersifat tradisi perusahaan dan bukan hak undang-undang ketenagakerjaan resmi, durasi dan tanggal pastinya berbeda-beda di setiap kantor. Mintalah kepastian tanggal libur kantor sebelum memesan tiket perjalanan, dan jangan mengasumsikan kantor Anda otomatis meliburkan karyawan tepat pada jadwal ritual 13 hingga 16 Agustus.14
Musim festival musim panas (matsuri)
Festival kuil Shinto tingkat lingkungan
Matsuri musim panas mencakup festival komunitas Shinto di mana kuil setempat memuliakan dewa pelindungnya (kami) dan warga sekitar mengarak 神輿 (mikoshi, "kuil portabel", dengan awalan penghormatan omikoshi) menyusuri jalan-jalan permukiman.2 Festival berskala rukun tetangga ini berlangsung sepanjang Juli dan Agustus berdampingan dengan festival-festival akbar yang tersohor secara nasional.23
Festival terdekat di lingkungan Anda tidak memungut biaya tiket masuk dan tidak memerlukan undangan; cukup datang langsung untuk ikut merayakannya.13
Kios makanan, permainan rakyat, dan yukata
Deretan 屋台 (yatai, "kios jajanan") menjual yakisoba, takoyaki, es serut kakigori, jagung bakar, karaage, dan aneka camilan festival manis lainnya.2 Kios permainan anak-anak, seperti menangkap ikan mas (kingyo-sukui) dan lempar gelang, berjejer di antara stan makanan, menyulap area festival menjadi pekan raya yang meriah.62
Orang-orang biasanya mengenakan pakaian yang nyaman untuk cuaca panas berupa 浴衣 (yukata, "kimono musim panas berbahan katun ringan").16 Yukata sangat dianjurkan untuk dikenakan oleh siapa saja, termasuk penduduk warga negara asing, meskipun mengenakan pakaian santai musim panas biasa pun sama sekali tidak menjadi masalah.
Festival kembang api
花火大会 (hanabi taikai, "festival kembang api") merupakan bagian tak terpisahkan dari musim panas ini meskipun perayaannya tidak selalu berkaitan dengan ritual keagamaan kuil. Festival Kembang Api Sungai Sumida berakar dari tradisi pembukaan sungai tahun 1733 dan kini menyedot hampir satu juta penonton di sepanjang tepi Sungai Sumida dekat Asakusa.2
Pementasan festival tersebut untuk tahun 2026 dijadwalkan pada hari Sabtu, 25 Juli (per 25 Juni 2026; konfirmasikan rincian terkini dengan penyelenggara acara).2 Acara kembang api musim panas skala besar umumnya bebas ditonton dari area publik terbuka, namun kerumunan penonton luar biasa padat, hotel di sekitar lokasi habis dipesan jauh-jauh hari, dan beberapa lokasi memberlakukan tiket berbayar untuk area duduk tertentu.2
Perbedaan antara matsuri dan ritual Obon
Perbedaan esensial ini patut dipahami dengan jelas. Matsuri kuil Shinto merayakan dewa pelindung lokal dan kebersamaan komunitas yang masih hidup, sementara ritual Obon ditujukan untuk menghormati leluhur dan arwah yang telah berpulang; musimnya memang beriringan tetapi arah pemaknaannya saling melengkapi.62
Masing-masing festival memadukan unsur-unsur tradisi tersebut secara alami. Sebagian bermula dari tradisi Buddhis Obon, sebagian lain dari legenda Tanabata, tradisi petasan kembang api, ataupun sejarah daerah setempat, sehingga dalam satu akhir pekan di bulan Agustus Anda bisa saja berziarah ke makam keluarga di pagi hari lalu menyaksikan arak-arakan kuil di petang hari tanpa adanya kontradiksi sama sekali.2
Berpartisipasi sebagai warga negara asing
Mengikuti bon odori dan matsuri lingkungan sekitar
Acara bon odori dan matsuri kuil di lingkungan permukiman terbuka lebar bagi semua warga setempat, termasuk warga baru dan warga negara asing.13 Tarian diadakan di ruang publik tanpa memerlukan undangan khusus, dan stan festival melayani siapa pun yang mengantre.
Tersedia pula festival partisipatif berskala besar bagi mereka yang ingin merasakan kemeriahan lebih dalam. Festival Awa Odori di Tokushima menyediakan kelompok terbuka (niwaka-ren) bagi warga yang ingin langsung ikut menari jika jadwal tahunan memungkinkan, dan Gujo Odori menyuguhkan tarian semalam suntuk sepanjang periode Obon.12 Penyelenggaraan utama Awa Odori untuk tahun 2026 dijadwalkan pada 12 hingga 15 Agustus (per 25 Juni 2026; konfirmasikan rincian terkini dengan panitia festival).2
Menjalani Obon sebagai tamu atau pasangan keluarga Jepang
Menjalani Obon di tengah keluarga Jepang adalah ranah tradisi privat keluarga, bukan arena festival umum. Seorang tamu atau pasangan cukup mengikuti arahan keluarga tuan rumah dalam hal ziarah makam, sesaji altar, serta upacara api penyambutan dan pelepasan.45
Pantangan lama masih sering dipercaya sebagai kebiasaan turun-temurun: menghindari pesta pernikahan atau perayaan meriah sepanjang periode ini, menahan diri untuk tidak memancing ikan atau membunuh serangga, serta berhati-hati saat berada di dekat laut dan sungai. Setiap rumah tangga memiliki tingkat kepatuhan yang berbeda-beda terhadap tradisi ini, jadi ikutilah kebiasaan keluarga tuan rumah alih-alih berusaha menerapkannya secara kaku sendiri.5
Etika praktis dan perlengkapan yang perlu dibawa
Jadwalkan kegiatan luar ruangan pada petang atau malam hari bila memungkinkan. Pertengahan Agustus merupakan puncak hawa panas dan kelembapan tertinggi di Jepang, sehingga pakaian ringan yang menyerap keringat, air minum yang cukup, dan perlindungan dari terik matahari adalah kebutuhan mutlak. Acara bon odori, pelepasan lentera air, dan pemandangan api di perbukitan pun jauh lebih nyaman dinikmati setelah matahari terbenam saat suhu mulai turun.3
Sediakan waktu luang ekstra saat menghadiri acara malam festival. Datanglah lebih awal untuk menyaksikan kembang api, hindari membawa tas bawaan besar, dan bersiaplah menghadapi stasiun yang sangat padat saat acara besar usai.2 Berkurangnya jam buka tempat usaha selama 13 hingga 16 Agustus juga dapat menunda keperluan harian Anda, sehingga pastikan kebutuhan penting sudah disiapkan sebelumnya.3
Hal yang perlu diketahui
Biaya dan kepadatan perjalanan Obon setara dengan Golden Week
Pekan Obon memicu salah satu gelombang pergerakan massa tahunan terbesar di Jepang, yang menurut beberapa catatan hanya tertandingi oleh Golden Week. Pola transportasi dan akomodasi berlaku serupa: pesanlah tiket dua hingga tiga bulan sebelumnya, antisipasi lonjakan harga, atau pilih tanggal di luar hari puncak kepadatan (per 22 Juni 2026).13 Cara sebaliknya juga bisa menjadi pilihan menarik, yakni menikmati suasana kota-kota besar yang lengang ketika sebagian besar warganya bepergian mudik.13
Tidak ada undang-undang yang menjamin hari libur Obon
Libur pertengahan Agustus merupakan tradisi sosial, bukan hak normatif undang-undang, dan penerapannya tidak seuniversal libur Tahun Baru.14 Konfirmasikan jadwal hari libur dengan kantor Anda sebelum merancang rencana perjalanan, dan atur jadwal kunjungan ke klinik medis atau kantor distrik kota (ward office) di luar jendela waktu 13 hingga 16 Agustus.43
Menarilah dengan bebas, tetapi hormati tata cara di depan altar
Lingkaran bon odori terbuka menyambut pemula tanpa menuntut keahlian tertentu, namun pembersihan makam, penataan sesaji altar, dan ritual pembakaran api memiliki pakem keluarga yang sangat terikat tradisi.135 Bergabunglah dengan tarian dari sisi terluar lingkaran, dan saat berada di depan altar keluarga, lakukan hanya hal-hal yang ditunjukkan oleh tuan rumah Anda.35
Periksa apakah wilayah Anda merayakan Obon bulan Juli
Rencana yang hanya mengacu pada bulan Agustus akan melewatkan perayaan Obon sama sekali jika Anda tinggal di kawasan Obon bulan Juli seperti beberapa distrik di Tokyo, Ishikawa, dan Shizuoka, serta tradisi kalender lunar di Okinawa dan kepulauan selatan.64 Tanyakan kepada tetangga atau periksa lembar pengumuman distrik kota Anda agar pementasan bon odori setempat tidak terlewat sebulan sebelum waktu yang Anda perkirakan.
Lihat juga
- Ajaran Shinto dan Buddha sebagai praktik, bukan sekadar keyakinan
- Tata krama pemakaman di Jepang
- Golden Week dan hanami
- Oshogatsu (Januari): penopang awal tahun
- Tsukimi, akhir tahun, dan omisoka
- Asosiasi rukun tetangga (chonaikai)