Diriset dan diperiksa faktanya melalui proses editorial J-Compass; tim editorial kami meninjau sumber dan akurasi sebelum diterbitkan. Lihat metodologi kami →
Terjemahan ini disediakan sebagai referensi untuk kemudahan Anda. Versi bahasa Inggris adalah versi yang berlaku. Baca versi asli bahasa Inggris →
Tata krama pemakaman di Jepang
Tata krama pemakaman di Jepang berpusat pada rangkaian singkat bagi tamu: membawa uang belasungkawa berlabel benar, mengenakan pakaian hitam polos, dan mempersembahkan dupa secara bergiliran.1 Kehadiran yang tenang dan siap lebih penting daripada kesempurnaan tata cara, dan keluarga akan mengingat siapa saja yang hadir dengan tulus.
Prosedur, biaya, dan persyaratan dapat berubah. Pastikan rincian terkini pada pengumuman tempat acara atau tanyakan kepada pihak keluarga atau perusahaan pemakaman, karena tata cara bervariasi menurut sekte Buddha dan wilayah.
Gambaran umum
Sebagian besar pemakaman di Jepang mengikuti tata cara agama Buddha, sedangkan upacara Shinto, Kristen, atau nonreligius jika digabungkan hanya mencakup sekitar satu dari sepuluh upacara (per 19 Maret 2025; pastikan angka terkini di Nippon.com).1 Panduan warga mencatat proporsi Buddha sekitar 90 persen, Shinto mendekati 3 persen, dan Kristen sekitar 1 persen (per 28 April 2026).2
Kremasi menyusul upacara perpisahan hampir pada setiap peristiwa. Angka yang dilaporkan melebihi 99,9 persen (berdasarkan statistik 2007 hingga 2012), sehingga tamu perlu membayangkan tsuya (malam persemayaman), upacara perpisahan, kremasi, dan pemakaman abu ke dalam makam sebagai alur standar.34
Artikel ini hanya membahas peran sebagai tamu: apa yang harus dibawa, dikenakan, diucapkan, dan dilakukan. Kewajiban keluarga penyelenggara seperti pemesanan kuil dan pengaturan makam berada di luar cakupan ini.
Struktur pemakaman standar Buddha
Kecuali undangan atau petunjuk tempat menyatakan lain, asumsikan upacara berlandaskan tata cara Buddha dengan pembacaan sutra oleh biksu dan persembahan dupa oleh para tamu.12 Sutra yang dilantunkan berbeda menurut wilayah atau aliran, tetapi pola yang dihadapi tamu tetap sama.1
Ritme standar berlangsung selama dua hari, tsuya lalu upacara perpisahan, dengan kremasi setelah upacara perpisahan. Alur di bawah menunjukkan kapan tamu masuk dan keluar.
Tsuya pada malam sebelumnya
通夜 (tsūya, malam persemayaman atau renungan) diadakan pada malam sebelum pemakaman, umumnya berupa pertemuan singkat satu hingga dua jam yang dimulai sekitar pukul 18.00.51 Bentuk singkat ini sering disebut 半通夜 (han-tsūya, "tsuya separuh").
Biksu melantunkan sutra sementara anggota keluarga mempersembahkan dupa terlebih dahulu dan tamu menyusul dari tempat duduk di belakang keluarga.31 Orang yang menerima kabar duka biasanya menghadiri tsuya atau upacara perpisahan, sedangkan kerabat dekat dapat menghadiri keduanya atau melayat ke rumah keluarga sebelum tsuya.1
Upacara perpisahan kokubetsushiki dan kremasi
告別式 (kokubetsushiki, "upacara perpisahan") biasanya berlangsung pada hari setelah tsuya, diisi dengan pembacaan sutra, eulogi, persembahan dupa, dan pemberangkatan peti mati.35 Pada pemakaman ini almarhum menerima nama Buddhis anumerta, yaitu 戒名 (kaimyō).3
Hanya kerabat dekat yang mendampingi peti jenazah ke krematorium, hal yang terkadang disalahpahami oleh para tamu.2 Kremasi biasanya memakan waktu sekitar satu hingga dua jam, setelah itu kerabat dekat mengambil serpihan tulang ke dalam guci abu dalam ritual 骨上げ (kotsuage, "pengambilan tulang").32
Guci abu tersebut umumnya dimakamkan di makam keluarga, disimpan di rumah untuk sementara waktu, atau ditaruh di kolumbarium. Abu jenazah terkadang dibagi ke beberapa guci atau lokasi.34
Koden: Jumlah uang dan amplop
香典 (kōden, uang duka) bertujuan meringankan biaya pemakaman dan diserahkan dalam amplop khusus 香典袋 (kōdenbukuro) di meja resepsi saat mengisi buku tamu.15 Berikan koden hanya satu kali meskipun Anda menghadiri tsuya maupun upacara perpisahan, yaitu pada upacara mana pun yang Anda hadiri lebih dulu.6
Besaran koden bergantung pada hubungan, usia, dan kebiasaan setempat, jadi jadikan tabel di bawah sebagai patokan dasar dan sesuaikan dengan orang lain dalam posisi yang sama. Angka-angka di bawah mencantumkan tanggal sumber dalam tabel; catatan singkat setelah tabel mengonfirmasi pola mata uangnya (per 18 Maret 2026 dan 28 April 2026).62
| Hubungan | Jumlah | Per tanggal | Catatan |
|---|---|---|---|
| Kenalan jauh atau keluarga kenalan | JPY 3.000 | 18-03-20266 | Sedikit kontak langsung |
| Teman atau kenalan | JPY 5.000–10.000 | 18-03-20266 | Paling umum dipilih adalah JPY 5.000 |
| Rekan kerja | JPY 5.000–10.000 | 18-03-20266 | Sesuaikan dengan kebiasaan departemen |
| Bibi atau paman | JPY 10.000–20.000 | 18-03-20266 | Hingga JPY 30.000 jika sangat dekat (per 28-04-2026)2 |
| Teman dekat atau saudara kandung | JPY 30.000–50.000 | 18-03-20266 | Saudara kandung menyepakati satu angka |
| Orang tua | JPY 10.000–50.000 | 18-03-20266 | Hingga JPY 100.000 menurut kebiasaan keluarga (per 28-04-2026)2 |
Rentang umum terpisah sebesar JPY 3.000 hingga 30.000 berdasarkan hubungan dan kemampuan finansial muncul dalam laporan media terdahulu (per 22 Oktober 2009).3 Di dalam rentang mana pun, tamu yang lebih muda dan staf junior cenderung memberi batas bawah, sementara tamu berusia tiga puluhan ke atas atau dengan posisi lebih senior memberi batas atas; kebiasaan departemen atau kesepakatan antarsaudara lebih diutamakan daripada pilihan pribadi.6
Berapa banyak yang harus diberikan
Bagi teman atau rekan kerja, patokannya berkisar antara JPY 5.000 hingga 10.000, dengan JPY 5.000 sebagai jumlah yang paling sering dipilih (per 18 Maret 2026; pastikan angka terkini di Tashinami-cho).6 Rentang yang sama diperkuat untuk teman sebesar JPY 5.000 hingga 10.000 dan untuk rekan kerja sebesar JPY 5.000 (per 28 April 2026).2 Tamu di luar keluarga umumnya memberikan sekitar JPY 5.000 (per 19 Maret 2025).1
Untuk paman atau bibi, mulailah dari sekitar JPY 10.000 dan naikkan mendekati JPY 20.000 hingga 30.000 hanya jika memiliki ikatan yang benar-benar dekat (per 18 Maret 2026).6 Untuk saudara kandung, JPY 30.000 atau 50.000 adalah dua pilihan lazim, dan sesama saudara kandung sebaiknya menyepakati satu nominal bersama (per 18 Maret 2026).6
Bagi orang tua rentangnya cukup lebar. Standar dasarnya berkisar antara JPY 10.000 hingga 50.000, sementara beberapa wilayah atau keluarga menganggap JPY 50.000 hingga 100.000 sebagai hal biasa, sehingga koordinasikan terlebih dahulu dengan saudara kandung alih-alih menganggap tabel nasional sebagai aturan mutlak (per 18 Maret 2026).6 Satu panduan warga menetapkan rentang orang tua sebesar JPY 50.000 hingga 100.000, yang menunjukkan mengapa pertimbangan kebiasaan keluarga sangat penting (per 28 April 2026).2
Hindari jumlah yang mengandung angka 4 atau 9, seperti JPY 4.000 atau 9.000, serta hindari jumlah lembar uang genap.62 Satu lembar atau tiga lembar uang adalah kelaziman; JPY 10.000 dalam satu lembar dan JPY 30.000 dalam tiga lembar sama-sama dipandang wajar.6
Amplop, uang kertas, dan cara menyerahkannya
Sesuaikan tulisan luar amplop dengan agama upacara. Upacara pemakaman Buddha menggunakan 御霊前 (goreizen, "di hadapan arwah"), dengan 御香典 (gokoden) sebagai pilihan cadangan umum untuk Buddha; aliran Jodo Shinshu menggunakan 御仏前 (go-butsuzen, "di hadapan Buddha") bahkan sejak pemakaman itu sendiri.6 Upacara Shinto menggunakan 御玉串料, sedangkan upacara Kristen menggunakan 御花料.62 Praktik Buddha umum beralih dari 御霊前 ke 御仏前 setelah hari ke-49.26
Gunakan amplop pemakaman dengan simpul tali hitam-putih atau perak untuk upacara Buddha dan Shinto, tetapi gunakan amplop putih polos tanpa simpul tali untuk upacara Kristen. Motif teratai hanya untuk agama Buddha dan tidak pantas digunakan pada kebaktian gereja.6
Tulis label luar dan nama Anda menggunakan tinta abu-abu muda dengan pena kuas, yang merupakan tradisi melambangkan tinta yang pudar oleh air mata duka.61 Tulis jumlah uang pada amplop dalam, alamat, dan nama dengan jelas; penggunaan pulpen dapat diterima di amplop dalam karena keluarga menggunakannya untuk pencatatan dan hadiah balasan.6
Gunakan uang kertas yang sedikit terpakai dan posisikan semuanya menghadap ke arah yang sama. Uang baru yang licin memberi kesan kematian tersebut sudah diantisipasi, jadi buatlah satu lipatan halus pada uang baru sebelum memasukkannya ke dalam amplop.165
Di resepsi, keluarkan amplop dari 袱紗 (fukusa, kain pembungkus), serahkan dengan kedua tangan dengan tulisan menghadap ke arah penerima, ucapkan sepatah kata belasungkawa singkat, lalu isi buku tamu.615 Fukusa berwarna dingin seperti ungu, biru tua, atau abu-abu adalah pilihan aman (per 12 Juli 2026).5 Uang tunai yang dikirimkan saat berhalangan hadir dikirim melalui 現金書留 (genkin kakitome, pos tercatat uang tunai) di kantor pos, disertai surat belasungkawa singkat yang diperkirakan tiba sekitar waktu tsuya atau pemakaman.62
Pakaian dan barang yang dibawa
Tamu mengenakan pakaian berkabung hitam polos tanpa kilap (matte), dengan tingkat formalitas yang berjenjang sesuai kedekatan: keluarga mengenakan busana formal penuh, pelayat mengenakan pakaian formal hitam, dan pelayat yang lebih muda mengenakan setelan gelap.15 Atur ponsel ke mode senyap atau matikan, dan jangan pernah mengambil foto atau mengunggah status dari dalam lokasi acara.25
Pakaian berkabung untuk pria dan wanita
Pria mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih berkerah, dasi hitam polos, ikat pinggang hitam, kaus kaki hitam, dan sepatu kulit hitam, serta melepas aksesori kecuali cincin kawin.25 Wanita mengenakan gaun hitam, setelan jas, atau busana terusan dengan panjang menutupi lutut dan stoking hitam; kalung mutiara satu untai diperbolehkan, sedangkan dua untai dihindari karena melambangkan kemalangan yang berulang.2
Hindari sutra atau satin yang berkilau, kulit binatang, bulu, kulit mengilap (patent leather), aksesori mencolok, cat kuku cerah, parfum menyengat, dan kaki telanjang tanpa alas/stoking.25 Mengenakan pakaian berkabung lengkap pada tsuya dahulu sempat dianggap seperti sudah mengantisipasi kematian, tetapi dalam praktiknya saat ini banyak pelayat mengenakannya ke tsuya, dan setelan jas gelap sepulang kerja dengan dasi hitam tetap dapat diterima.1
| Istilah | Pelafalan | Arti |
|---|---|---|
| 喪服 | mofuku | Busana berkabung, setelan formal serba hitam1 |
| 数珠 | juzu | Tasbih doa Buddhis, standar hanya untuk upacara Buddha3 |
| 袱紗 | fukusa | Kain pembungkus agar amplop tetap rapi dan tidak tertekuk5 |
Juzu, fukusa, dan perlengkapan kecil
数珠 (juzu, tasbih doa Buddhis) adalah standar untuk upacara Buddha tetapi tidak digunakan pada upacara Shinto atau Kristen.51 Desain dan cara memegangnya berbeda menurut aliran Buddha, dan tamu yang tidak membawa tasbih jarang dipermasalahkan, jadi tidak perlu terburu-buru membelinya.12
Amplop koden dan kain fukusa dijual di toserba (convenience store), toko alat tulis, dan toko 100 yen dengan harga sekitar JPY 100 hingga 500 (per 28 April 2026; pastikan harga terkini pada panduan belanja warga).2 Bawa amplop secara mendatar di dalam fukusa agar tidak terlipat selama perjalanan.6
Membungkuk, ungkapan belasungkawa, dan o-shoko
Datanglah sekitar 30 menit sebelum acara dimulai dan ikuti petunjuk petugas menuju tempat duduk Anda.2 Bertegur sapalah secara singkat dan tenang; percakapan panjang dan temu kangen sebaiknya ditunda di lain hari.51
Kedatangan, membungkuk, dan ungkapan belasungkawa
Ungkapan belasungkawa standar adalah "このたびはご愁傷さまです" (kono tabi wa goshūshōsama desu, "Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian beliau").51 Alternatif yang lebih formal adalah "心よりお悔やみ申し上げます" (kokoro yori okuyami mōshiagemasu, "Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus dari lubuk hati yang terdalam").25
Ucapkan kalimat tersebut sekali, dengan suara tenang dan sedikit membungkuk. Ungkapan belasungkawa singkat dalam bahasa Inggris dapat diterima jika kemampuan bahasa Jepang Anda terbatas; ketulusan jauh lebih berharga daripada kefasihan.2
Hindari mengulang kata seperti kasanegasane atau tabitabi, yang menyiratkan kemalangan berulang, dan hindari kata langsung seperti shinu dan gantikan dengan kata yang lebih halus seperti nakunaru.5
Tata cara dupa o-shoko langkah demi langkah
お焼香 (o-shōkō, persembahan dupa) adalah cara tamu dalam upacara Buddha menyucikan diri sekaligus berdoa bagi almarhum.1 Mendekatlah ke altar, bungkukkan badan kepada keluarga dan biksu, lalu bungkukkan badan ke arah foto memorial sebelum menyentuh dupa.1
Urutan gerakan tangan berikut adalah pola yang perlu diingat; jumlah pengulangannya bervariasi menurut sekte.
Jepit bubuk dupa di antara ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan, dekatkan ke arah dahi sebagai tanda penghormatan, jatuhkan ke wadah dupa pembakaran, lalu satukan kedua tangan dalam posisi berdoa.1 Ulangi satu hingga tiga kali tergantung aliran Buddha; jika ragu, ikuti gerakan orang di depan Anda atau perhatikan biksu dan perwakilan keluarga duka.125
Pemakaman Shinto sebaliknya menggunakan persembahan dahan sakaki dengan dua kali membungkuk, dua kali tepuk tangan tanpa suara, dan satu kali membungkuk, sedangkan upacara Kristen menggunakan persembahan bunga.52 Istilah alam baka Buddhis dihindari pada upacara non-Buddhis.5 Tamu yang memilih tidak mengikuti ritual persembahan karena alasan keyakinan pribadi sebaiknya menyampaikannya terlebih dahulu kepada keluarga duka melalui resepsi.1
Okaeshi dan setelah pemakaman
Tamu yang pulang menerima bingkisan kecil hari itu juga, biasanya berupa kue kering, nori, atau barang habis pakai lainnya yang dipilih agar rasa duka tidak berlarut-larut.1 Pihak keluarga kemudian mengirimkan 香典返し (kōdengaeshi, bingkisan balasan uang duka), yang sering disebut お返し (okaeshi, hadiah balasan), bernilai sekitar sepertiga hingga setengah dari koden yang diterima, baik pada hari pemakaman maupun setelah peringatan hari ke-49.2 Ochugen dan Oseibo: Kalender Pemberian Hadiah di Jepang menguraikan mekanisme hadiah balasan secara lebih luas di balik pertukaran ini.
Jangan mengirim pesan ucapan terima kasih atas hadiah balasan tersebut; kebiasaan memandang balasan pesan sebagai doa agar kemalangan terulang kembali.2 Ucapan singkat "jaga kesehatan Anda baik-baik" pada pertemuan berikutnya sudah cukup.
Para tamu juga menerima sebungkus kecil garam untuk ditaburkan ke tubuh saat tiba di pintu masuk rumah, sebagai langkah penyucian sebelum membawa suasana dari luar kembali ke dalam rumah.1 Kartu Ucapan Akhir Tahun (Nengajo) membahas aturan kartu tahun duka secara lengkap; singkatnya, kartu ucapan Tahun Baru tidak dikirimkan kepada atau oleh keluarga yang sedang berduka pada tahun pertama, dan ucapan pertengahan Januari dapat dikirimkan sebagai gantinya.1
Hal yang perlu diketahui
Kehadiran hanya pada tsuya cocok untuk sebagian besar jadwal kerja
Kehadiran pada tsuya malam hari saja sudah merupakan bentuk kehadiran yang lengkap dan penuh rasa hormat bagi rekan kerja dan kenalan. Pemakaman siang hari lebih sulit dijangkau dari jadwal kerja, dan keluarga duka tidak menganggap kehadiran tsuya saja sebagai bentuk pengabaian.25
Pilih nominal yang wajar, bukan nominal yang rumit
Jumlah JPY 5.000 atau 10.000 tidak memerlukan penyesuaian khusus dan tidak menyinggung adat istiadat mana pun. Mengutak-atik angka yang tidak lazim demi menghindari takhayul justru lebih menarik perhatian daripada sekadar memilih nominal dalam rentang standar.62
Lipat satu lembar uang baru alih-alih mencari uang lama
Uang kertas yang beredar lama adalah tradisinya, tetapi uang baru bukanlah masalah besar. Satu lipatan halus sudah memenuhi kelaziman adat, dan menyelaraskan arah semua lembar uang jauh lebih penting daripada usia kertasnya.16
Jika agamanya tidak diketahui, tanyakan di bagian resepsi
Kalimat dalam undangan, tatanan altar, atau papan nama tempat biasanya mengindikasikan jenis upacaranya, dan petugas resepsi terbiasa menjawab pertanyaan ini. Amplop putih polos yang disiapkan sambil menunggu kepastian jauh lebih baik daripada percaya diri menggunakan tulisan yang salah.62
Perlakukan hadiah balasan sebagai penutup, bukan pertukaran
Siklus okaeshi berakhir begitu pihak keluarga mengirimkannya. Tidak ada hadiah balasan berikutnya, dan menaikkan jumlah koden untuk memicu balasan yang lebih besar hanya akan membebani keluarga duka.2
Lihat pula
- Tata Krama Pernikahan: Shinto, Kapel Kristen, Catatan Sipil
- Shinto dan Buddha sebagai Praktik, Bukan Sekadar Keyakinan
- Ochugen dan Oseibo: Kalender Pemberian Hadiah di Jepang
- Kartu Ucapan Akhir Tahun (Nengajo)
- Hubungan Bertetangga di Jepang: Penjelasan Hikkoshi-Aisatsu
- Mencari Tempat Ibadah dan Menjalankan Keyakinan di Jepang